facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pakar Sebut PCR Masih Ampuh Deteksi Varian Omicron

Budi Arista Romadhoni Kamis, 02 Desember 2021 | 09:41 WIB

Pakar Sebut PCR Masih Ampuh Deteksi Varian Omicron
Covid-19 varian Omicron. Pakar menyebut varian Omicron masih bisa dideteksi dengan tes swab PCR. [Dok.Antara]

Pakar menyebut varian Omicron masih bisa dideteksi dengan tes swab PCR

SuaraSurakarta.id - Varian Omicron menjadi momok yang menakutkan. Padahal seluruh penduduk dunia tengah menikmati penurunan kasus COVID-19. Kondisi yang mulai normal, kini mulai terusik lagi dengan munculnya virus baru tersebut. 

Lalu dengan alat apa bisa mendeteksi varian Omicron? apakah dengan polymerase chain reaction atau PCR masih bisa mendeteksi?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama mengatakan varian baru COVID-19 Omicron (B.1.1.529) masih bisa dideteksi menggunakan alat reaksi berantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR).

"Dampak pada PCR memang merupakan salah satu dari enam kemungkinan dampak Omicron," kata Tjandra Yoga Aditama dikutip dari ANTARA di Jakarta, Kamis (2/12/2021) pagi.

Baca Juga: Soal Varian Omicron, Presiden Joko Widodo Minta Jajaran Selalu Waspada dan Siaga

Mutasi spike protein di posisi 69-70 pada Omicron, kata Tjandra, menyebabkan terjadinya fenomena “S gene target failure (SGTF)” di mana gen S tidak akan terdeteksi dengan PCR, hal ini disebut juga drop out gen S.

"Walau ada masalah di gen S, tetapi untungnya masih ada gen-gen lain yang masih bisa dideteksi sehingga secara umum PCR masih dapat berfungsi," katanya.

Tjandra mengatakan gen S yang tidak terdeteksi pada pemeriksaan PCR dapat dijadikan indikasi awal kemungkinan yang diperiksa adalah varian Omicron. Tapi temuan itu perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan 'Whole Genome Sequencing (WGS)' untuk memastikannya.

"Kalau kemampuan WGS terbatas, maka ditemukannya SGTF dapat menjadi semacam bantuan untuk menyaring mana yang prioritas dilakukan WGS, selain kalau ada kasus berat, atau ada klaster, atau ada kasus yang tidak wajar perburukan kliniknya, dan lainnya," katanya.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu mengatakan jika pada suatu daerah ditemukan peningkatan sampel laboratorium yang menunjukkan SGTF, dapat menjadi suatu indikasi sudah beredarnya varian Omicron di daerah tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan Laporkan 5 Kasus COVID-19 Varian Omicron, 2 Di Antaranya Sudah Vaksinasi

Tjandra mengatakan pada Rabu (1/12), Arab Saudi, Amerika Serikat dan Korea Selatan melaporkan kasus varian Omicron mereka. "Untuk Arab Saudi kita akan lihat dampaknya pada izin masuk warga kita untuk menjalankan ibadah umroh, serta Korea Selatan menunjukkan varian ini terus merebak di Asia," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait