Warung HIK Solo Ditetapkan Sebagai WBTb, Ini Sejarah Menu Andalan Nasi Kucing

Nasi Kucing menjadi menu khas di Warung HIK Solo

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 05 November 2021 | 08:33 WIB
Warung HIK Solo Ditetapkan Sebagai WBTb, Ini Sejarah Menu Andalan Nasi Kucing
Ilustrasi Warung HIK di Kota Solo. [Istimewa]

Suwarna mengatakan racikan teh biasanya disesuaikan dengan kekhasan wilayah masing-masing tempat pelaku usaha hik atau angkringan itu berjualan. “Kemudian ada tata cara meracik dan cara menuangkan ke gelas. Juga air yang mendidih dimasak menggunakan bara arang. Ini akan sangat menentukan cita rasa,” kata Suwarna.

Namun, para pelaku usaha angkringan terutama yang berasal dari Ngerangan maupun Bayat secara umum tak pernah menggunakan campuran teh celup. “Ini soal rasa,” ungkap dia.

Selain dua menu tersebut, ada menu lainnya yang menjadi ciri khas angkringan. Suwarna menyebutkan seperti jadah bakar, satai kere, jahe gepuk, serta teh lemon.

Suwarna kembali menegaskan cikal bakal angkringan atau hik berasal dari Desa Ngerangan. Hingga kini, usaha angkringan menjadi usaha andalan mayoritas warga Ngerangan.

Baca Juga:Heboh! Pria Ini Jualan Nasi Kucing Sungguhan, Warganet Auto Tercengang

“Dalam satu desa 75 persen penduduknya sampai saat ini menjadi pedagang angkringan. Bisa dibilang, Ngerangan menjadi satu-satunya desa di Indonesia yang ekonomi masyarakatnya ditopang dari kegiatan angkringan,” kata Suwarna.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini