Persis Solo Bermain Imbang dengan PSG Pati, Tagar #EkoOut Viral di Twitter

Persis Solo hanya bermain imbang dengan PSG Pati, pelatih Eko Purdjianto pun disorot, hingga tagar #ekoout pun trending

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 04 November 2021 | 09:40 WIB
Persis Solo Bermain Imbang dengan PSG Pati, Tagar #EkoOut Viral di Twitter
Pelatih kepala Persis Solo, Eko Purdjianto saat mengawasi sesi latihan skuad Persis Solo. [Media Officer Persis Solo]

SuaraSurakarta.id - Persis Solo hanya bisa bermain imbang dengan PSG Pati pada laga putaran kedua Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Rabu (3/11/2021). 

Padahal Persis Solo mempunyai materi pemain yang lebih baik daripada klub milik Atta Halilintar PSG Pati.

Menyadur dari Solopos.com, Pelatih Persis Solo Eko Purdjianto pun menjadi sorotan para pendukung laskar samber nyawa. 

Desakan #EkoOut atau meminta pelatih Persis Solo, Eko Purdjianto, untuk meninggalkan Persis Solo menjadi topik populer di media sosial Twitter.

Baca Juga:Kembali Bertemu, Ini Prediksi Susunan Pemain Persis Solo dan PSG Pati

Topik itu muncul setelah Persis Solo bermain imbang melawan PSG Pati dengan skor 1-1 dalam lanjutan Grup C Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Rabu (3/11/2021) malam.

Mirip performa Manchester United yang naik turun, performa Persis Solo pun belum konsisten dalam gelaran Liga 2. Para pendukung Setan Merah pun kerap mengeluarkan tagar #OleOut sebagai bentuk ungkapan ketidakpuasan.

Persis Solo pun tercatat mengoleksi 12 poin dari enam pertandingan. Tiga pertandingan menang, tiga imbang, dan tanpa kekalahan. Tagar itu bersanding dengan tagar populer lain seperti PSSI dan Mata Najwa.

Para pendukung Persis Solo merespons performa buruk dari seluruh laga Persis Solo. Bahkan, Putra Presiden Joko Widodo yang merupakan Bos Persis Solo tegas menyebut jelek permainan Persis Solo. Dari enam laga, tiga laga Kaesang di antaranya Kaesang menyebut dengan ungkapan maine isih elek.

Bahkan dalam pertandingan melawan PSG Pati, Persis Solo hanya mampu menciptakan gol dari titik putih. Permainan Persis Solo pun seolah tanpa skema permainan yang jelas.

Baca Juga:Bos Persis Solo Unggah Bendera Indonesia-Belanda, Sinyal Rekrut Irfan Bachdim Menguat

Pada awal laga, Persis memang langsung menggebrak. Mereka mendapatkan peluang dari bola mati dari tendangan bebas dan tendangan pojok. Namun, peluang itu belum membuahkan hasil.

Persis nyaris mencetak gol lewat Eky Taufik. Kapten tim itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis oleh Anas Fitrianto. Bola muntah diambil pemain Persis dan disodorkan ke kotak penalti. Sayang Irfan Jauhari yang menyambutnya dengan sundulan masih belum membuahkan hasil.

Menit ke-19, Persis memiliki peluang emas lewat Ferdinand Sinaga. Berawal dari pergerakan Miftahul Hamdi di sisi kanan, bola kemudian diumpan ke kotak penalti. Ferdinand yang berada di mulut gawang mendapatkan bola. Sayang sundulannya masih melenceng.

Persis sendiri sempat mendapat peluang dari Miftahul Hamdi, namun tembakannya masih bisa ditahan kiper. Sementara PSG Pati beberapa kali mengancam lewat tendangan jarak jauh yang cukup merepotkan Wahyu Tri. Salah satunya tendangan Al Ghuzat yang masih bisa ditepis. Hingga turun minum, skor tetap imbang 0-0.

Di babak kedua, PSG Pati mampu mencetak gol lebih dulu. Lewat skema tendangan pojok, M. Faryushi mampu membobol gawang Wahyu Tri.

Persis baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-73. Mereka mendapat hadiah penalti setelah Rivaldi Bawuo dilanggar. Tapi eksekusi Fabiano Beltrame bisa ditepis. Bola diambil Fabiano lagi namun kali ini tendangannya mengenai tangan lawan. Persis pun mendapat hadiah penalti lagi. Kali ini Rivaldi Bawuo yang menjadi algojo sukses menunaikan tugasnya. Skor menjadi imbang 1-1.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini