Waduh! BSSN Ungkap Sektor Keuangan Jadi Incaran Serangan Siber

Sektor keuangan menjadi sasaran serangan siber, padahal di saat pandemi seperti ini terdapat peningkatan transaksi

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 31 Oktober 2021 | 06:50 WIB
Waduh! BSSN Ungkap Sektor Keuangan Jadi Incaran Serangan Siber
Ilustrasi hacker. Sektor keuangan menjadi sasaran serangan siber, padahal di saat pandemi seperti ini terdapat peningkatan transaksi. [Foto: twitter.com/RakyatdotNews]

Lalu ada Data Harvesting Malware yang menyusup dengan memanfaatkan informasi COVID-19 sebagai daya tarik untuk compromise networks, pencurian data, pengalihan uang dan membangun botnet. Ada juga Fraud, resiko authorized push payment (APP) fraud dan fraud internal mempunyai potensi karena kurangnya pengawasan kerja jarak jauh.

Kemudian Phishing Attack yang merupakan memanfaatkan informasi perilaku serta behaviour online untuk melakukan pishing attack. Hampir 1 juta pesan spam telah ditautkan ke COVID-19 sejak Januari 2020.

Jenis serangan siber lainnya adalah kebocoran dan pencurian data. Potensi kebocoran data sensitif di lingkungan kerja berbasis rumah yang jauh dari pengawasan. Terakhir adalah penipuan daring yang meningkat karena penurunan ekonomi dan pergeseran bisnis, menghasilkan kegiatan kriminal baru.

"Tren serangan siber ini, metodenya yang berubah tapi tren ini saya rasa masih akan terus sama di tahun depan, karena tujuannya masih sama, mereka ingin mencuri data dari transaksi dan mengambil akses kontrol dari setiap sistem informasi dan sistem elektronik yang dimiliki," kata Mawidyanto.

Baca Juga:Usahanya Hancur Akibat Pariwisata Sepi, Kendaraan Anggota Organda Bali Banyak Dijual

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak