Namun, hati Paini-Samiyem luluh setelah sang pelatih meyakinkan Mustakim memiliki potensi besar untuk menjadi juara.
“Sampai Pak Abdullah (pelatih Mustakim) datang ke rumah untuk meyakinkan bapak-ibu,” kata Fitri diwartakan Solopos.com--jaringan Suara.com, Selasa (12/10/2021).
Sang kakak memaparkan, adiknya tak banyak neka-neka meski sudah menjadi pesilat dunia. Mustakim tetap rendah hati dan sayang kepada keluarga.
Ketika di rumah, Mustakim masih suka ngarit. Mustakim kerap mengajak ibunya ngarit ke berbagai tempat yang biasa mereka datangi untuk mencari rumput.
Baca Juga:Sepakbola PON Papua: Ricky Ricardo Mantap Puncaki Daftar Top Skor
Fitri menuturkan dari berbagai kejuaraan, Mustakim memilih menggunakan hadiah yang dia terima untuk tabungan termasuk membeli sejumlah ternak seperti sapi, kambing, dan ayam. Lantaran hal itu, Mustakim giat ngarit ketika pulang.
Mustakim membenarkan menjanjikan berlari dari Salatiga ke Klaten setelah pulang PON membawa medali emas. Dia juga membenarkan jika selama ini masih suka ngarit ketika pulang ke Klaten.
“Ya benar. masih memberi pakan ternak. karena saya senang memelihara ternak seperti sapi dan ayam,” kata Mustakim saat dihubungi Solopos.com, Selasa.