Rekam Jejak Taliban, 60% Pendapatan Tahunan Didapat dari Opium Bahan Dasar Narkoba

Kelompok Taliban terkenal dengan budidaya opium atau bahan dasar dari pembuatan obat terlarang narkoba, sabu, heroin

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:04 WIB
Rekam Jejak Taliban, 60% Pendapatan Tahunan Didapat dari Opium Bahan Dasar Narkoba
Motor Honda yang dipakai oleh militisi Taliban di Afghanistan (Twitter/Pajhwok)

SuaraSurakarta.id - Kelompok Taliban kembali menjadi sorotan usai berhasil mengusai Afghanistan. Yang menjadi pertanyaan, dari mana Taliban bisa menghasilkan uang?

Narkoba, Sabu atau obat-obatan terlararang. Itulah bisnis para kelompok Taliban yang dikenal dunia keras dan radikal.

Menyadur BBC, Taliban mengklaim budidaya opium dihentikan, begitu pula dengan aliran obat-obatan terlarang ketika terakhir berkuasa di Afghanistan.

Tetapi meskipun ada penurunan tajam pada tahun 2001 - tahun terakhir saat Taliban berkuasa sebelum dijungkalkan AS - penanaman opium di daerah yang dikuasai kelompok itu meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga:Taliban Peringatkan AS, Minta Stop Evakuasi Warga Afghanistan

Opium yang dihasilkan Taliban. [BBC]
Opium yang dihasilkan Taliban. [BBC]

Berapa banyak opium yang diproduksi di Afghanistan?

Tanaman opium poppy dapat disuling menjadi bahan dasar untuk beberapa obat dengan tingkat adiktif yang tinggi, termasuk heroin.

Afghanistan merupakan produsen terbesar opium di dunia, menurut Kantor PBB urusan Obat Terlarang dan Kejahatan (UNODC).

Panen opium di negara itu menyumbang lebih dari 80% pasokan dunia.
Pada 2018 UNODC memperkirakan produksi opium berkontribusi hingga 11% dari ekonomi negara itu.

Taliban dan opium?

Baca Juga:Airbnb Siap Tampung 20.000 Pengungsi Afghanistan Gratis!

Setelah kembali menguasai Afghanistan pertengahan Agustus lalu, Zabihullah Mujahid sebagai juru bicara mengatakan bahwa "Saat kami berkuasa sebelumnya tidak ada produksi obat terlarang."

"Kami akan membuat produksi opium kembali ke nol" dan tidak akan ada penyelundupan.

Bagaimana rekam jejak Taliban?

Awalnya, budidaya opium poppy naik signifikan di masa kekuasaan Taliban - dari sekitar 40.000 hektar pada 1998 menjadi lebih dari 64.000 pada tahun 2000, menurut Departemen Luar Negeri AS.

Sebagian besar terdapat di provinsi Helmand yang dikendalikan Taliban, yang berkontribusi sebesar 39% dari produksi opium ilegal dunia.

Namun pada Juli 2000 Taliban melarang pertanian opium poppy di wilayah-wilayah yang mereka kuasai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak