Nakes Diancam Kekerasan, Ini Penjelasan Direktur RSUD Ngipang Solo

Nakes RSUD Ngipang Solo diancam kekerasan oleh keluarga pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 22 Juli 2021 | 17:44 WIB
Nakes Diancam Kekerasan, Ini Penjelasan Direktur RSUD Ngipang Solo
Ilustrasi Petugas memakamkan jenazah dengan protokol covid-19. Nakes RSUD Ngipang Solo diancam kekerasan oleh keluarga pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

SuaraSurakarta.id - Tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ngipang Solo menerima ancaman ke arah kekerasan oleh keluarga pasien Covid-19 yang meninggal. 

Nakes yang diancam dua dokter, yakni dokter anestesi dan dokter penyakit dalam serta seorang perawat. 

"Tidak ada pemukulan, hanya ancaman ke arah kekerasan atau secara verbal. Kejadiannya sekitar pukul 09.00 WIB atau pukul 10.00 WIB," ujar Plt Direktur Utama (Dirut) RSUD Ngipang Solo, Niken Yuliani Untari saat dikonfirmasi, Kamis (22/7/2021). 

Informasi yang diterima untuk kronologi kejadiannya, ada seorang ibu yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, suaminya menolak untuk proses pemulasaran secara protokol kesehatan (prokes). 

Baca Juga:Puluhan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Jember Terpapar Covid-19

"Intinya itu dan hasilnya sudah positif. Suami sudah tahu kalau istrinya itu Covid-19," ungkap dia. 

Menurutnya, suaminya marah karena tidak mau di protokol kesehatankan dalam proses pemulasaran. Padahal istrinya sudah dirawat di ICU Covid-19 selama empat hari.

"Ya, marahnya tidak mau diprokeskan dalam pemulasaran," paparnya. 

Dari dokter sudah menjelaskan keadaannya dan menenangkan suaminya. Mungkin suaminya dalam keadaan yang tidak nyaman karena istrinya meninggal. 

"Kedua dokter kami sudah menjelaskan secara detail dan menenangkan suaminya. Intinya ke arah sana, sampai detik ini untuk dokter dan perawat yang diancam baik-baik saja sejauh ini," sambung dia. 

Baca Juga:Kasus Covid-19 Masih Tinggi, UNS akan Terapkan PTM Bersyarat

Niken menjelaskan, tidak tahu yang bersangkutan memiliki komorbid  (penyakit bawaan) atau tidak. Terus terang belum melihat medikal recordnya. 

"Kayaknya sih tidak ada. Kalau untuk detailnya nanti kita perlu lihat medikal recordnya seperti apa," imbuhnya. 

Beliau menandatangani penolakan untuk prokes, kemudian dari rumah sakit mengantarkan jenazah ke rumah duka. Kalau rumah sakit  memulangkan jenazah ke rumah duka berarti kan sudah tanggung jawab wilayah.

"Ini malah suaminya datang lagi ke rumah sakit untuk minta diprokeskan. Tapi kan sudah kita serahkan ke wilayah dan buka kapasitas kami lagi," tutur dia. 

Terkait kejadian ini dari rumah sakit tidak pelaporan. Tapi tadi  Kapolres ada di rumah sakit dan akan menindaklanjuti masalah tersebut.

Kontributor : Ari Welianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini