Dicap Sebagai Anak Tomboi, Ini Kisah Tiwi Atlet Sepak Bola dari Kota Solo

Sepak bola tidak hanya digandrungi oleh kaum laki-laki

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 25 Juni 2021 | 20:10 WIB
Dicap Sebagai Anak Tomboi, Ini Kisah Tiwi Atlet Sepak Bola dari Kota Solo
Para penggawa tim sepak bola Putri Surakarta mempertontonkan keahlian juggling-nya di Jl. Slamet Riyadi kawasan perempatan Pasar Pon, Kamis (24/6/2021). [Solopos.com/Chrisna Chanis Cara]

Terakhir, Tiwi ikut tampil dalam ajang Kartini Safin Cup di Pati, awal April 2021. Turnamen itu pun cukup membekas bagi stopper mungil itu. Jelang laga perdana melawan tim Pra PON Jawa Barat, Tiwi terkena cedera engkel kaki kanan.

“Salah tumpuan saat pemanasan. Akhirnya enggak bisa main di laga pertama. Itu pengalaman paling fatal saat main bola,” ujarnya.

Ternyata itu bukan cedera pertama yang dialami Tiwi. Penggemar Manchester City ini sebelumnya pernah dihantam cedera yang sama. Bedanya kala itu kaki kirinya yang harus dirawat.

“Engkel kaki kanan sama kiri udah pernah kena semua,” ujarnya sambil nyengir.

Baca Juga:Positif Covid-19, Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Unggah Hal Unik di Instagram

Butuh rata-rata dua pekan bagi Tiwi untuk menyembuhkan problemnya. Namun deretan cedera itu tak membuat Tiwi ingin berhenti bermain sepak bola. “Enggak kapok, namanya juga hobi,” ucap pengidola bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo tersebut.

Bukan Dominasi Tomboi

Sekretaris Umum Putri Surakarta, Dede Irawan, mengatakan dunia sepak bola perempuan sejatinya tak melulu didominasi cewek tomboi. Dede menyebut tak sedikit pemainnya yang berkarakter feminin dan lemah lembut.

“Ada juga yang manja. Namun mereka disatukan dalam satu tim karena minat yang sama, sepak bola,” ujarnya.

Baca Juga:Manajemen Talenta Sepak Bola Indonesia oleh PSSI

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini