Kasus Covid-19 di Solo Merangkak Naik, Klaster Keluarga Paling Dominan

Klaster keluarga menjadi penyebab bertambahnya kasus Covid-19 di Solo

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 06 Juni 2021 | 14:17 WIB
Kasus Covid-19 di Solo Merangkak Naik, Klaster Keluarga Paling Dominan
Ilustrasi klaster keluarga menjadi kasus penularan Covid-19 terbanyak di Kota Solo. (Elements Envato)

SuaraSurakarta.id - Klaster keluarga menjadi salah satu penyebab menyebarnya kasus Covid-19 di Kota Solo. Karena dalam satu rumah memiliki aktivitas yang berbeda-beda diluar, kemudian kembali ke rumah.

"Klaster keluarga itu yang berat sebetulnya," terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih, Minggu (6/6/2021).

Siti menjelaskan, kasus Covid-19 itu kebanyakan punya ekor, artinya di tempat kerja mungkin protokol kesehatan (prokes) bagus. Setelah itu di jalan pakai masker, jaga jarak, tapi di rumah sebenarnya harus tetap prokes namun kebanyakan itu diabaikan.

"Satu rumah itu punya aktivitas sendiri-sendiri. Saya saja di rumah tetap pakai masker, artinya kita harus saling menjaga karena kemungkinan-kemungkinan itu ada," kata dia.

Baca Juga:Kasus COVID-19 di Kudus Meledak, Ganjar Minta Seluruh Daerah Tingkatkan Testing

Menurutnya, sebagian besar kasus Covid-19 sejauh ini di Solo kebanyakan dari klaster keluarga. Bahkan kasus pertama di Solo yang berada di wilayah Semanggi juga dari keluarga.

"Banyak kasus muncul itu didominasi dari klaster keluarga. Itu memang menjadi perhatian," ungkapnya.

Bahkan kasus yang muncul belum lama ini di daerah Manahan bukan dari klaster reuni tapi keluarga. Karena saat dilakukan tracing dengan penyelidikan epidemiologi dicek riwayat yang bersangkutan seminggu terakhir di mana. 

Ada kontak yang ketemu pas reuni tapi hasilnya negatif. Artinya dalam penyelidikan epidemiologi ini kemungkinan-kemungkinan, tidak boleh justifikasi.

"Memang ada riwayat reuni tapi belum tentu dari reuni. Satu keluarga itu yang kena tiga orang, itu bisa saja dari ketiga orang bergerak semua, yang menularkan apakah bapak, ibu, atau anak kita tidak ngerti," papar dia.

Baca Juga:EDAN! Kasus COVID-19 Kudus Melonjak 30 Kali Lipat dari 26 Kasus Jadi 929 kasus Sehari

Menurutnya, munculnya penambahan akhir-akhir ini dicurigai dampak pada libur, 26 Mei lalu. Karena pada tanggal tersebut sudah tidak larangan mudik, itu yang kemungkinan banyak orang mudik. 

"Memang pas 26 Mei itu di Solo ramai sekali banyak plat luar Solo datang. Ini kan sampai akhir Juni saya harus waspada," sambungnya.

Sementara itu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan menjamin jika stok vaksin cukup untuk mengakomodasi program percepatan vaksin.

"Tidak ada kendala sejauh ini. Kalau soal suplai, kami rutin dikirim vaksin baru. Biasanya kalau menunggu tidak menunggu terlalu lama, langsung disuntikkan ke warga," tandasnya. 

Kontributor : Ari Welianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak