alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bikin Adem! Kisah Warga Umat Hindu di Lereng Lawu Amankan Salat Idul Fitri

Ronald Seger Prabowo Kamis, 13 Mei 2021 | 12:24 WIB

Bikin Adem! Kisah Warga Umat Hindu di Lereng Lawu Amankan Salat Idul Fitri
Forum Remaja Hindu dan Bala Hindu Dharma Ngargoyoso ikut menjaga pelaksanaan Salat Idulfitri. [Solopos.com/ Istimewa PHDI Ngargoyoso]

Mereka ikut mengamankan guna melancarkan jalannya ibadah salat sunah tersebut.

SuaraSurakarta.id - Toleransi antarumat beragama selalu tergambar dalam setiap perayaan hari besar, termasuk Idul Fitri 2021.

Seperti yang terjadi di lereng Gunung Lawu tepatnya di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar di mana umat Hindu ikut berpartisipasi dalam salat Idul Fitri di lapangan desa setempat, Kamis (13/5/2021).

Mereka ikut mengamankan guna melancarkan jalannya ibadah salat sunah tersebut.

Toleransi antarumat beragama dilakukan oleh Forum Remaja Masjid (Formas) dan Forum Remaja Hindu (Forhin) dan Bala Hindu Dharma (Bhima). Mereka bekerja sama untuk melancarkan dan menjaga keamanan umat muslim yang melaksanakan ibadah Salat Idulfitri.

Baca Juga: Masih Pandemi, Menkeu Sri Mulyani Serukan Lebaran Secara Virtual

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ngargoyoso, Priyanto, mengatakan toleransi antarumat beragama di Kemuning, Ngargoyoso sudah terjalin baik sejak lama.

Kegiatan yang dilakukan oleh umat Hindu untuk umat Muslim dilakukan berdasarkan rasa solidaritas yang datang dari hati.

“Memang sudah lama terjalin dengan baik [toleransi]. Kami membantu untuk menjaga keamanan serta menjaga parkir kendaraan saat berlangsungnya Salat Idulfitri. Ada sekitar 20 orang yang ikut membantu agar ibadah umat muslim berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman,” kata Priyanto dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com.

Partisipasi umat Hindu tak hanya dengan umat muslima. Kegiatan serupa juga dilakukan saat perayaan keagamaan lainnya seperti Natal.

Priyanto juga mengatakan hal serupa juga dilakukan umat agama lainnya ketika umat Hindu melakukan ibadah di pura.

Baca Juga: Cerita Soekarno Kecil, Lebaran dan Petasan yang Tak Pernah Terbeli

“Sejak dulu masyarakat di sini memang selalu gotong-royong, termasuk saling membantu ketika ada perayaan keagamaan. Umat lintas agama saling membantu melancarkan kegiatan perayaan agama. Begitu juga saat mendirikan tempat ibadah, di sini umat lintas agama juga saling membantu,” beber dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait