alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Disdik Kota Solo Bantah Ada Guru yang Menolak Divaksin Covid-19

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 17 April 2021 | 12:25 WIB

Disdik Kota Solo Bantah Ada Guru yang Menolak Divaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. Disdik Kota Solo menyebut tidak ada guru yang menolak divaksin Covid-19, semua guru di kota bengawan mau mengikuti vaksinasi (unsplash/@hakannural)

Disdik Kota Solo menyebut tidak ada guru yang menolak divaksin Covid-19, semua guru di kota bengawan mau mengikuti vaksinasi

SuaraSurakarta.id - Sempat terhembus kabar, beberapa guru di Kota Solo menolak divaksin Covid-19. Hal itu tentu saja membuat Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka geram. 

Namun kekinian, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Etty Retnowati, membantah ada guru dari dua sekolah yang menolak vaksinasi Covid-19. Menurut Etty, dua sekolah tersebut hanya terlambat menyerahkan data guru yang akan divaksin.

“Kemarin memang ada. Saya minta sekolah untuk merekap guru yang sudah dan yang belum divaksin. Ternyata sampai deadline, sampai saya rapat dengan Pak Wali kemarin belum masuk,” kata Etty dilansir dari Solopos.com, Jumat (16/4/2021).

Etty lalu membahas hal itu dengan para pengawas supaya cek sekolah yang datanya belum masuk. “Itu hanya terlambat, tapi sudah masuk [datanya]. Jumat pagi, kepala dua sekolah itu sudah ke kantor [Disdik],” imbuh Etty.

Baca Juga: Marah saat Mengajar, Guru Cantik Ini Malah Bikin Jantung Berdesir Kencang

Etty menampik apabila guru dari dua sekolah Kota Solo itu disebut menolak vaksinasi Covid-19. Mereka hanya terlambat mengirimkan laporan. Kendati begitu, ia berharap guru-guru sekolah itu datang sesuai jadwal vaksinasi. 

“Kepala sekolahnya kami mintai data berapa yang harus divaksin. Akhirnya sudah masuk ke data,” imbuh Etty.

Ia mengaku sudah menyampaikan edukasi soal pentingnya vaksinasi Covid-19 sebelum memulai PTM. Sementara itu, capaian vaksinasi guru untuk tingkat SMP saat ini sudah 87% dan SD masih sekitar 40%. Lalu TK/PAUD di angka 20 persen.

Data Sudah Masuk

“Totalnya memang belum ada 50 persen, yang paling besar SMP. Pokoknya masalah ini [dua sekolah diduga tolak vaksinasi] sudah selesai. Saat laporan ada yang terlambat. Memang saya laporkan ada kesulitan itu, kami menghitungnya agak sulit karena ada yang belum masuk. Tapi, kami anggap sudah bersedia, sudah memasukkan angka kok,” ujarnya.

Baca Juga: Guru Korban Keganasan KKB Papua Ingin Rayakan Natal Bersama Anak

Sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyebut guru dari dua sekolah menolak vaksinasi Covid-19. Atas dasar itulah, Pemkot menggelar edukasi mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) sudah di depan mata.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait