Studi Ungkap Kebiasaan Merokok Terkait dengan Masalah Depresi

Penelitian ini melaporkan bahwa merokok lebih sering terjadi pada orang yang menderita depresi dibanding orang pada umumnya.

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Minggu, 28 Februari 2021 | 22:45 WIB
Studi Ungkap Kebiasaan Merokok Terkait dengan Masalah Depresi
Ilustrasi merokok

SuaraSurakarta.id - Sebuah studi internasional dari University of Helsinki memberikan informasi adanya hubungan gejala depresi dan ketergantungan merokok.

Hasil ini dianggap mendukung pentingnya memahami alasan di balik ketergantungan merokok, agar dapat membantu para perokok untuk berhenti sekaligus meredakan gejala depresi.

Penelitian ini melaporkan bahwa merokok lebih sering terjadi pada orang yang menderita depresi dibanding orang pada umumnya. Mekanisme dari asosiasi antara merokok dan depresi ini, bagaimanapun, masih belum jelas.

Melansir dari Mdlinx, sejauh ini penelitian mengenai hubungan ketergantungan merokok dan depresi masih sangat jarang dilakukan. Studi yang dilakukan ini sendiri berfokus pada faktor motivasi merokok.

Baca Juga:Benarkah Perokok Lebih Terlindungi dari Covid-19? Ini Hasil Penelitiannya

Penelitian ini dilakukan lebih dari 1400 populasi Finlandia yang merokok lewat kuesioner. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada 24 Februari lewat jurnal ilmiah terkenal, Addiction. Studi ini menemukan orang yang ketergantungan merokok lebih mungkin mengalami depresi.

Dari berbagai motif yang telah diteliti, motif merokok di antaranya dengan tingkat keinginan yang tinggi serta merokok yang dianggap dapat mengatur emosi dan serupa dengan gejala depresi.

"Hasil kami menunjukkan bahwa orang yang depresi tidak merokok. Namun, sebaliknya depresi terkait dengan motif ketergantungan utama dan pengaruh dari suasana hati," ungkap Peneliti Senior Maarit Piirtola.

Dalam penelitian ini, tim studi menyingkirkan pengaruh dari keluarga, termasuk genetik, dan memeriksa hubungan antara depresi dan ketergantungan merokok.

Menurut peneliti senior Tellervo Korhonen, yang memimpin penelitian ini, penting untuk memahami alasan dibalik individu yang mempertahankan ketergantungan merokok, sehingga dukungan untuk berhenti merokok yang disesuaikan dapat terlaksana.

Baca Juga:Benarkah Nikotin Dapat Mencegah Infeksi COVID-19? Begini Kata Penelitian

Meski penelitian ini memberikan bukti baru yang kuat terkait hubungan antara ketergantungan merokok dan gejala depresi, namun hal ini dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Oleh karena itu, kami tidak dapat menunjukkan mana yang terjadi lebih dulu: ketergantungan merokok atau depresi,” papar Profesor dan Direktur Riset Jaakko Kaprio.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak