Belum Dilantik, Komjen Listyo Sigit Sudah Disindir Amien Rais

"Tepati sesuai janjinya untuk meretas membuka halaman baru Polri"

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:36 WIB
Belum Dilantik, Komjen Listyo Sigit Sudah Disindir Amien Rais
Amien Rais sindir Listyo Sigit Prabowo(YouTube/AmienRaisOfficial).

SuaraSurakarta.id - DPR telah menetapkan pengangkatan Komjen Lisyto Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru dalam rapat paripurna.

Dengan kondisi itu, mantan Kapolresta Surakarta tersebut tinggal dilantik oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Jenderal Idham Aziz yang memasuki masa pensiun.

Namun, Listyo Sigit sudah mendapatkan sindiran dari politisi senior, Amien Rais. Mantan politisi PAN itu baru saja bergabung dengan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) untuk menangani kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain Amien, sejumlah tokoh di TP3 antara lain Abdullah Hahemahua, Busyro Muqoddas, dan Neno Warisman. Dia bersama 18 orang lainnya akan melakukan advokasi hukum dan HAM atas kasus penembakan laskar FPI.

Baca Juga:Krusial Tapi Tak Banyak yang Tahu, Janji Komjen Listyo Dibongkar Mahfud MD

Dalam jumpa pers yang ditayangkan melalui kanal Youtube Refly Harun, Amien Rais menyinggung soal janji-janji calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Dia meminta agar Komjen Listyo Sigit dapat menepati kata-katanya yang dilontarkan, termasuk mengusut kematian enam anggota laskar FPI.

"Tadi malam saya lihat Listyo Sigit Prabowo itu omongannya merdu, dan saya yang pernah bilang, bukan dia. Kalau Kapolri sekarang ini bisa menegakkan omongannya semalam itu, luar biasa," ujar Amien Rais, dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com.

Amien lalu kembali menyindir pernyataan tegasnya saat uji kelayakan di depan DPR. Dia bersikukuh akan mengawal kasus laskar FPI bersama TP3.

Menurutnya apabila hal ini dibiarkan, dia khawatir akan jadi preseden buruk dalam kehidupan bernegara ke depan.

Baca Juga:Pengertian Pam Swakarsa dan Tujuannya

"Kalau di antara anak bangsa ini tak ada yang bicara lantang untuk menegakkan hukum dan lawan kezaliman, kebenaran itu nanti lama-lama membuat bangsa kita ini jadi dingin. Ketika pembunuhan di provinsi-provinsi, kalau pada diam tenang saja, kalau sudah begitu sudah end demokrasi." ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini