- Syarif Abdillah dari SMA Muhammadiyah 6 Surakarta berhasil lolos Lomba Membatik tingkat Jawa Tengah 2026.
- Ia mengusung tema Rona Nusantara dengan memadukan unsur flora, fauna, dan bangunan tradisional dalam karyanya.
- Kepala sekolah Drs. Sukendar, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi membanggakan tersebut pada Kamis 8 Oktober 2026.
SuaraSurakarta.id - Kreativitas siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta kembali mendapat apresiasi di tingkat Jawa Tengah. Syarif Abdillah, siswa sekolah tersebut, berhasil lolos dalam Lomba Membatik Tingkat SMA/MA/SMK se-Jawa Tengah Tahun 2026.
Mengusung tema “Rona Nusantara”, Syarif menuangkan gagasan tentang kekayaan budaya Indonesia melalui sebuah karya batik yang memadukan berbagai motif alam dan unsur tradisional.
Dalam karya tersebut, Syarif menghadirkan perpaduan bunga, burung, tumbuhan, ornamen dekoratif hingga bangunan tradisional atau rumah adat.
Beragam elemen itu disusun menjadi satu komposisi yang menggambarkan kekayaan warna dan karakter budaya Nusantara.
Karya tersebut tidak sekadar menunjukkan kemampuan siswa dalam menggambar motif. Lebih dari itu, Syarif dituntut mampu menerjemahkan tema lomba menjadi sebuah karya yang memiliki cerita, karakter, sekaligus identitas budaya.
Kepala SMA Muhammadiyah 6 Surakarta, Drs. Sukendar, M.Pd., mengapresiasi capaian yang diraih Syarif.
Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, tidak hanya akademik.
“Kami tentu sangat mengapresiasi prestasi Syarif. Ini menunjukkan bahwa siswa memiliki potensi dan kreativitas yang bisa dikembangkan ketika mendapatkan ruang untuk berkarya. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan kemampuannya,” ujar Sukendar dari keterangan tertulis pada Kamis 8 Oktober 2026.
Ia menambahkan, pendidikan di sekolah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Kemampuan siswa dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan, karakter, dan keberanian untuk menghasilkan karya juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Baca Juga: Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
"Mengikuti lomba membatik menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengasah kreativitas sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia," jelasnya.
Perlu diketahui, tema “Rona Nusantara” dalam lomba tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi peserta. Mereka harus mampu mengolah gagasan mengenai keberagaman Indonesia ke dalam bentuk visual.
Syarif menjawab tantangan tersebut melalui karya yang memadukan unsur flora, fauna dan arsitektur tradisional. Penggambaran burung, bunga serta bangunan tradisional menjadi bagian dari narasi visual yang ingin disampaikan melalui karya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta
-
Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020
-
Soal Ijazah Gibran, KPU Solo Tegaskan Sudah Lakukan Verifikasi Secara Faktual
-
Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi Petani dan Pengusaha Kelapa di Indragiri Hilir
-
Budaya Antikorupsi Diperkuat, BRI Gelar PELOPOR 2026 Bersama KPK