- Sinuhun Paku Buwono XIV Hangabehi resmi menjadi raja baru Keraton Kasunanan Surakarta pada Sabtu, 5 September 2026.
- Prosesi penobatan dilaksanakan melalui pembacaan ikrar dan sumpah di Mangguntur Tangkil Sitihinggil Keraton Surakarta.
- Raja baru menyatakan kesanggupan menjalankan amanah leluhur untuk menjaga tata adat serta kesinambungan tradisi keraton.
SuaraSurakarta.id - Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi membacakan ikrar atau sumpah di Watu Gilang Sitihinggil Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (5/9/2026).
Pembacaan ikrar ini maka secara resmi menyatakan diri sebagai raja baru Keraton Kasunanan Surakarta menggantikan PB XIII.
Pantauan di lapangan, prosesi pembacaan ikrar PB XIV Hangabehi dilakukan sekitar pukul 09.10 WIB. Terlebih dahulu PB XIV Hangabehi miyos atau keluar dari kedhaton menuju Pagelaran.
Sinuhun didampingi para pengiring, kerabat, serta perangkat upacara yang telah ditentukan dalam tata adat. Prosesi tersebut juga disertai ampilan dalem atau pusaka dan perangkat kesenian yang menjadi bagian dari rangkaian upacara.
Dari Pagelaran, Sinuhun kemudian menuju Mangguntur Tangkil di Sitihinggil, tepat di depan Meriam Nyai Setomi.
Di tempat tersebut, Sinuhun menyampaikan kesanggupan untuk menjalankan amanah dan perintah para leluhur melalui tata upacara yang diwariskan secara turun-temurun.
"Bismillahirrohmanirrohim. Kanthi nyebut asmaning Gusti Allah SWT, ingsun sumpah prasapa, ana sandhuwuring sila, kajuwan polowing amuntun, kanthi yèn ingsun wus kajuwengaken, ing ari tumpak asih, 21 wulan B, 1160, kanthi jejuluk: Sampeyan Dalem Ngarso Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono Senopati ing Ngalogo Abdulrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Kaping 14, nunjuk syukur marang Gusti Allah kang murba amisesa jagad raya ya sonjine, mring ingsun begedhake leluhur-leluhur, leluhur para leluhur ngrumat mataram Islam kanthi runt-temurun, rahayu, bahayu, rahayu," PB XIV Hangabehi saat membacakan ikrar, Sabtu (5/9/2026).
Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng) mengatakan di Mangguntur Tangkil di Sitihinggil tepat di depan meriam Nyai Setomi, Sinuhun menyampaikan kesanggupan untuk menjalankan amanah dan perintah para leluhur melalui tata upacara yang diwariskan secara turun temurun.
"Di Mangguntur Tangkil, Sinuhun menyampaikan kesanggupannya untuk menjalankan apa yang menjadi amanah dan perintah para leluhur melalui pagelaran atau prosesi adat yang telah diwariskan," ungkapnya.
Baca Juga: Gunungan Sampah di TPA Putri Cempo Terbakar
"Prosesi tersebut menegaskan bahwa bertakhta dalam tradisi Keraton Surakarta tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan. Tapi juga mengandung amanah untuk menjaga dan menjalankan tata adat serta warisan leluhur," lanjut dia.
Gusti Moeng menyebut rangkaian upacara adat tersebut untuk melengkapi bertakhtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwana XIV telah dimulai sejak Jumat (4/9/2026) kemarin.
Seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari tata adat untuk melengkapi bertakhtanya Sinuhun Paku Buwana XIV.
"Seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari tata adat untuk melengkapi bertakhtanya Sinuwun Paku Buwana XIV.
“Rangkaian acara dalam rangka melengkapi bertakhtanya Sinuwun Pakubuwono XIV akan dimulai sejak sore hari,” tandas dia.
Dalem Jumenengan PB XIV Hangabehi ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Keraton Surakarta sekaligus momentum untuk menjaga kesinambungan tradisi, tata upacara, kesenian, dan nilai-nilai warisan leluhur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!
-
Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran
-
Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran: Ada Kirab Pengantin hingga Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat