- Abdi dalem Keraton Surakarta kubu LDA melaporkan dugaan penganiayaan oleh kubu PB XIV Purboyo ke polisi.
- Peristiwa kekerasan terjadi pada 19 Agustus 2026 di Bangsal Pagongan Selatan saat prosesi Miyos Gongso Gamelan Sekaten.
- Kubu PB XIV Purboyo melaporkan kubu LDA terkait pencurian serta penguasaan tanpa hak atas tiga set gamelan.
Purnomo berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini secara profesional tanpa memandang status sosial terlapor.
"Indonesia adalah negara hukum. Kami mengedepankan asas equality before the law, di mana hukum tidak memandang siapa pelakunya. Klien kami ini masyarakat bawah yang hanya sedang menjalankan tugasnya sebagai Abdi Dalem," sambungnya.
Sementara itu Kubu PB XIV Purboyo juga melaporkan LDA yang diwakili GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) ke Polresta Solo, Senin (24/8/2026) kemarin.
Laporan ini dilakukan setelah somasi yang dikirim tidak direspon oleh kubu LDA hingga batas waktu 2X24 jam yang telah diberikan.
Gusti Timoer mengatakan kedatangan ke sini untuk menindaklanjuti somasi yang sudah dilayangkan kepada LDA. Tapi hingga hari ini tidak direspon sama sekali oleh pihak LDA.
"Batas waktunya kan hari ini jam 10.00 pagi. Karena tidak ada klarifikasi, ya saya melaporkan sesuai somasi yang sudah saya layangkan," paparnya.
Timoer menjelaskan laporan yang sudah dilakukan ini intinya adalah pencurian, penggelapan dan penguasaan tanpa hak atas tiga set gamelan, yakni Kyai Guntur Madu, Kyai Guntur Sari dan Monggang Ageng.
"Sehingga dengan penguasaan, pencurian atau penggelapan itu, kami selaku pengageng sasana wilapa tidak dapat melaksanakan upacara adat memakai gamelan sekaten," ungkap dia.
Timoer menegaskan kalau ini laporan soal tindak pidana. Untuk selanjutnya menunggu proses hukum seperti apa.
Baca Juga: Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
"Tadi sebenarnya dimintai keterangan 1,5 jam. Karena terpotong, gara-gara penyidiknya tadi dipanggil Pak Kapolresta," jelasnya.
Timoer menambahkan tadi sempat ditanya dirinya sebagai apa terus siapa pemilik gamelan. Kemudian peristiwanya terjadi kapan hingga ada izin atau tidak atas pemindahan itu.
"Itu ada CCTV dan videonya juga. Foto juga ada," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak
-
Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar