- Pemerintah Kota Solo memasang baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada Juni 2026.
- Anggota DPRD Solo mengkritik pemasangan baliho tersebut karena penggunaan fasilitas pemerintah daerah dan potensi penyalahgunaan anggaran APBD untuk pribadi.
- DPRD Kota Solo berencana memanggil perangkat daerah terkait guna mengklarifikasi sumber dana serta urgensi kebijakan pemasangan baliho tersebut.
"Kalau sepengetahuan saja dari pemkot baru kali ini. Sebelumnya belum pernah, beliau memang mantan Wali Kota Solo harusnya yang lain, tidak hanya Pak FX Hadi Rudyatmo, ada Gibran juga Teguh Prakosa, mereka ulang tahun tidak pernah diucapkan, ini kenapa momennya pas Pak Jokowi saja," ucapnya.
Menurutnya dengan kondisi geopolitik saat ini, beliau itukan sebagai penasehat atau pengampunya PSI. Harusnya ada hal yang tidak pas, sehingga kalau ketua-ketua partai protes mungkin ada benarnya.
Roni menyebut Komisi 2 akan memanggil OPD terkait untuk klarifikasi pemasangan baliho itu.
"Nanti kita panggil OPD terkait untuk menjelaskan itu uangnya dari apa. Kalau itu uangnya dari pribadi perorangan, jelas tidak boleh memakai simbolnya pemkot," imbuh dia.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Solo sekaligus Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno mengaku kecewa pemasangan baliho tersebut.
"Saya dapat laporan dari beberapa rekan-rekan ada semacam ucapan dari beliaunya ada di beberapa, sekitar 7 titik, tapi semua pakai baliho-nya milik Pemkot Kota Surakarta," jelasnya.
Ardianto menyebut kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi. Mungkin ucapan tersebut sebagai kejutan untuk Jokowi.
"Nah, kalau analisa saya mungkin Mas Wali anu ya, eh memberikan semacam apa ya, surprise atau apa, saya kurang begitu paham juga. Padahal ya saya juga merasa cukup kecewa juga, selaku ketua DPC (Gerindra)," papar dia.
Bukan tanpa Ardianto kecewa. Sebagai ketua partai di tingkat cabang mempertanyakan mengapa perlakuan serupa tidak diberikan kepada tokoh bangsa lainnya, seperti Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Baca Juga: Didit Prabowo Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo, Ada Apa?
"Kenapa ketika Pak Prabowo kok tidak ada ucapan? Ini membuat saya juga agak kecewa sedikit dengan apa yang diberikan Mas Wali kepada Pak Jokowi, tetapi kenapa Pak Prabowo tidak ada. Padahal beliau juga menjadi kader Gerindra," tandasnya.
Ketika disinggung penggunaan anggaran daerah untuk ucapan ulang tahun, Ardianto menilai hal ini perlu menjadi bahan evaluasi.
Pemakaian fasilitas pemerintah daerah untuk momentum pribadi harus dipertanyakan urgensinya.
"Ya, menggunakan anggaran APBD yang di mana dilakukan oleh beliau, ini perlu kita evaluasi dulu ya. Jadi tanggapan saya, itu kita evaluasi dulu. Kenapa langkah yang beliau ambil kenapa tidak ke reklame swasta," ujarnya.
Soal kemungkinan ada motif atau manuver politik di balik pemasangan baliho APBD ini, Ardianto enggan berspekulasi lebih jauh.
"Kalau saya unsurnya ke arah ke sana (politik), saya belum memaknai. Cuma mungkin karena Pak Jokowi ini di Kota Solo, mungkin dia, beliaunya ini memberikan selamat kan mungkin juga karena berada di Kota Solo. Mungkin itu aja pendapat saya," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat