- Pembahasan IPS kelas 8 fokus pada pola perlawanan rakyat dan sebab kegagalan melawan kolonialisme Portugis hingga Jepang.
- Perlawanan rakyat pada berbagai periode kolonial umumnya gagal sebab kurangnya persatuan dan persenjataan terbatas.
- Lembar Aktivitas 8 Kurikulum Merdeka membahas kegagalan perjuangan karena faktor kedaerahan dan politik adu domba penjajah.
VOC dikenal sebagai kekuatan kolonial yang kejam dan bertindak sewenang-wenang. Perlawanan rakyat muncul di berbagai daerah sebagai reaksi atas penindasan, pajak berat, dan kekerasan yang dilakukan VOC terhadap masyarakat lokal.
Meski perlawanan terjadi secara luas, kegagalannya disebabkan oleh beberapa faktor klasik. Rakyat masih lemah dalam hal persenjataan, sementara VOC memiliki pasukan terlatih dan senjata modern. Masyarakat tradisional juga mudah dipecah belah, sehingga persatuan dan kesatuan sulit terwujud dalam satu gerakan besar yang terorganisir.
Pemerintahan Belanda
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, perlawanan rakyat semakin meluas. Hal ini dipicu oleh praktik monopoli perdagangan, penerapan politik adu domba, serta campur tangan Belanda dalam urusan internal kerajaan-kerajaan Nusantara.
Sayangnya, perlawanan ini kembali gagal karena rakyat masih kurang pengetahuan dan mudah diprovokasi untuk saling bermusuhan. Lemahnya rasa persatuan membuat perjuangan tidak berjalan serentak. Tekanan ekonomi dan politik dari pemerintah kolonial juga menyebabkan masyarakat sulit berkembang dan kehilangan kekuatan untuk melawan secara berkelanjutan.
Pendudukan Jepang
Perlawanan terhadap Jepang muncul karena penderitaan rakyat yang semakin berat, terutama akibat sistem romusha. Selain itu, kesadaran kaum terpelajar mulai tumbuh dan mendorong perlawanan terhadap penjajahan Jepang. Kondisi Jepang yang terdesak dalam Perang Asia Pasifik juga menimbulkan ketidakpuasan di kalangan rakyat.
Namun, perlawanan ini tetap mengalami kegagalan. Persenjataan rakyat masih sangat terbatas dan jauh dari modern. Kekejaman Jepang membuat kondisi rakyat semakin sengsara, sehingga sulit membangun kekuatan perlawanan yang terorganisir dan berkelanjutan.
Dari pembahasan Lembar Aktivitas 8 halaman 170 IPS kelas 8 Kurikulum Merdeka, dapat disimpulkan bahwa kegagalan perlawanan rakyat Indonesia bukan disebabkan oleh kurangnya keberanian, melainkan oleh faktor persenjataan yang lemah, perjuangan yang bersifat kedaerahan, politik adu domba penjajah, serta rendahnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca Juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 175 Kurikulum Merdeka: Organisasi Pergerakan Nasional
Pemahaman ini penting agar siswa tidak hanya mengenal sejarah sebagai rangkaian peristiwa, tetapi juga mampu mengambil pelajaran berharga tentang pentingnya persatuan, strategi, dan kesadaran nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Catatan: Artikel ini ditujukan khusus untuk orang tua atau wali sebagai panduan pendamping belajar. Siswa tetap dianjurkan menjawab soal secara mandiri sebelum menggunakan kunci jawaban sebagai bahan evaluasi.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Jokowi akan Hadir di Sidang Tahunan MPR RI dan Upacara HUT RI ke-81, Sudah Siapkan Baju Adat
-
Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jokowi Restui Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil V Jateng, Sudah Dihitung dan Kalkulasi Resikonya
-
Akademisi: Bupati Hamenang Tunjukkan Komitmen Bela Nasabah BKK Klaten