- Driver ojol dan tukang becak di Solo berunjuk rasa menuntut pelarangan operasional Bajaj Maxride sebagai angkutan umum, Kamis (22/1/2026).
- Aksi ini dipicu penurunan pendapatan driver ojol hingga sekitar 60% akibat pelanggan beralih ke bajaj karena ongkos lebih murah.
- Dishub Solo akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Wali Kota dan berkoordinasi dengan aparat untuk menindaklanjuti perizinan bajaj.
SuaraSurakarta.id - Puluhan driver Ojek online (ojol) dan tukang becak di Kota Solo menggelar aksi menolak bajaj beroperasi, Kamis (22/1/2026).
Aksi yang digelar di depan Balai Kota Solo tersebut, masa membentangkan spanduk dan poster dengan berbagai tulisan.
Seperti "Tolak Bajaj Maxride di Solo", "Aksi 221 Kepung Balai Kota", "Terbitkan SK Pelarangan Operasional Bajaj Maxride sebagai angkuta umum di Solo" hingga "Apa kabar Mas Wali SE 12/2025".
Mereka juga menyalakan flare sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap operasional bajaj di Kota Solo.
Ketua Umum Gabungan Aksi Driver Solo Raya (Garda), Ramadan Bambang Wijanarko mengatakan aksi yang digelar ini meminta kepada Wali Kota Solo untuk segera membuat Surat Keputusan (SK) pelarangan operasional Bajaj Maxride di Kota Solo.
"Kita minta penerbitan SK larangan operasional roda tiga bajaj sebagai angkutan umum di Kota Surakarta," terangnya saat ditemui disela-sela aksi, Kamis (22/1/2026).
Bambang menjelaskan sejak adanya bajaj yang beroperasi di Solo membuat penghasilan driver ojol turun. Penurunan pendapatan itu mencapai sekitar 60 persen.
"(Pengaruhnya?) Wah, luar biasa. Luar biasa turun, hampir 60 persen. Sekarang gini, kalau biasanya mereka keluar uang Rp8.000 naik ojol satu orang, dia naik maxride Rp8.000, mungkin di bawah Rp8.000 bisa empat orang, lima orang. Ini kasihan, teman-teman ojol," jelas dia.
Sebelum ada bajaj, lanjut dia, penghasilan driver ojol bisa dapat Rp 100 ribu setiap hari. Tapi setelah muncul bajaj, penghasilan tidak menentu, bisa Ro 50 ribu atau dibawahnya.
Baca Juga: Unjuk Rasa di Solo Berakhir Anarkis, Aliansi Ojol Soloraya Klaim Ada Penyusup
"Sebelum muncul bajaj, teman-teman ojol sehari bisa dapat Rp 80 ribu sampai Rp100 ribu. Setelah bajaj muncul mau cari Rp 50 ribu susah," ungkapnya.
Menurutnya sekarang banyak costumer yang beralih naik bajaj. Karena memang ongkosnya itu lebih murah.
"Banyak yang beralih ke bajaj. Kita nggak salahkan customer, dia pasti cari murah, tapi kalau dengan cara ini membajak tanpa izin Solo cuma dikasih macet, kita nggak terima," papar dia.
Keberadaan bajaj di Solo sudah meresahkan para driver ojol. Padahal sudah dipasang rambu larangan namun nyatanya tidak diindahkan.
"Mau dipasang rambu seribu, akan tetap ngeyel. Kita ini menjaga marwah Kota Solo, marwah Wali Kota Solo. Karena pihak bajaj Maxride ini menganggap remeh kita. Bahkan dari awal kami sampaikan bahwa kalau memang mau beroperasi, monggo. Tapi izin harus ada," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kota Solo, M. Taufiq mengatakan akan meneruskan aspirasi dari driver ojol ke Wali Kota Solo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'