Budi Arista Romadhoni
Senin, 05 Januari 2026 | 16:01 WIB
Ilustrasi mobil bekas cina. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Mobil bekas merek China menawarkan fitur mewah dengan harga setara LCGC baru atau mobil Jepang bekas tua.
  • Contoh model seperti Wuling Almaz (2019) menawarkan fitur premium seperti panoramic sunroof dengan harga terjangkau.
  • Pembelian mobil bekas China layak jika pembeli mengutamakan fitur dan bersedia disiplin dalam perawatan rutin.

SuaraSurakarta.id - Di tengah dominasi mobil Jepang di pasar otomotif Indonesia, mobil bekas merek China secara mengejutkan muncul sebagai "game changer" yang menawarkan kemewahan fitur dengan harga yang sangat terjangkau, setara dengan mobil LCGC (Low Cost Green Car) baru atau mobil Jepang bekas berusia tua.

Fenomena ini memicu pertanyaan besar: apakah mobil bekas China layak dibeli, terutama bagi konsumen yang mendambakan gaya dan fitur premium tanpa menguras kantong?

1. Wuling Almaz (2019): SUV Premium Harga LCGC Bekas

Siapa sangka, Wuling Almaz tahun 2019 yang saat baru dibanderol Rp300 jutaan, kini bisa dipinang dengan harga Rp130 - Rp135 juta.

Dengan harga setara LCGC bekas, Anda mendapatkan SUV tahun muda (sekitar 6 tahun), transmisi matic, dan fitur paling menonjol: panoramic sunroof.

Fitur ini memberikan kesan mewah layaknya mobil premium sekelas Toyota Harrier, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari "value for money" tinggi.

2. Wuling Cortez (2019): MPV Nyaman Berfitur Mewah

Bagi pecinta MPV, Wuling Cortez bekas tahun 2019 menawarkan kenyamanan kabin lapang dan fitur sunroof dengan harga mulai Rp113 juta (tipe terendah) hingga Rp125 juta (tipe tertinggi).

Sulit menemukan MPV Jepang dengan usia dan harga serupa yang mampu menyamai kemewahan dan teknologi modern yang ditawarkan Cortez.

Baca Juga: Pilihan Tepat Liburan Akhir Tahun, Harga Mobil Bekas Mitsubishi Xpander Lengkap Perkiraan Pajaknya

3. DFSK Glory 560 (2020): Interior Modern Harga Terjangkau

Pilihan lain yang tak kalah menarik adalah DFSK Glory 560 tahun 2020, yang kini bisa didapatkan hanya dengan Rp110 juta. Mobil ini menonjolkan interior kekinian dengan floating head unit, speedometer ber-MID menarik, dan konsol tengah yang elegan.

Fitur-fitur desain interior modern ini jarang ditemukan pada mobil Jepang di rentang harga yang sama, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan estetika.

Layak Dibeli, Tapi dengan Catatan!

Stigma mengenai kualitas dan ketersediaan sparepart mobil China memang masih membayangi. Namun, ada beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan:

  • Ketersediaan Sparepart Melimpah: Untuk mobil berusia 5-6 tahun seperti Almaz, sparepart kini sudah mudah ditemukan, termasuk pilihan aftermarket yang lebih terjangkau (contoh: rack steer aftermarket sekitar Rp2 jutaan). Bengkel umum pun semakin familiar dengan penanganan mobil China.
  • Perawatan Ekstra Disiplin: Berbeda dengan mobil Jepang yang "tahan banting", mobil China menuntut kedisiplinan perawatan. Penggunaan oli berkualitas (full sintetik) sangat disarankan untuk menjaga keawetan komponen internal.
  • Isu Kaki-kaki yang Teratasi: Masalah kaki-kaki yang berbunyi (gluduk-gluduk) memang umum, namun solusinya bisa diatasi dengan penggantian part aftermarket yang bahkan bisa lebih awet dari orisinalnya.
  • Lupakan Resale Value, Nikmati Fitur: Ini adalah poin krusial. Jangan berharap harga jual kembali mobil China akan stabil. Harga akan cenderung "longsor" di tahun-tahun berikutnya. Namun, keuntungan utamanya adalah Anda sudah membeli di harga yang sangat rendah, sehingga fokus utama adalah menikmati fitur, gaya, dan kenyamanan yang ditawarkan, bukan sebagai investasi.

Jika Anda adalah pembeli yang memprioritaskan fitur mewah, gaya, dan kenyamanan berkendara tanpa terlalu memusingkan nilai jual kembali, mobil bekas China adalah pilihan yang sangat cerdas dan "value for money".

Load More