- Sidang gugatan citizen lawsuit terkait keabsahan ijazah Presiden Jokowi di PN Solo kembali mengalami penundaan
- Ketidakhadiran tergugat berulang kali dikhawatirkan dapat menghambat kelancaran proses persidangan dan penyelesaian perkara.
- Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut figur Presiden serta menggugah perdebatan mengenai transparansi dan akuntabilitas pejabat negara.
SuaraSurakarta.id - Sidang gugatan citizen lawsuit ijazah Presiden ke-7 Jokowi di Pengadilan Negeri (PN) Solo kembali ditunda.
Pasalnya pada sidang kedua di PN Solo, Selasa (30/9/2025), tergugat empat Polri kembali tidak datang.
Untuk tergugat lainnya, yakni Jokowi, Rektor UGM Prof dr. Ova Emilia dan Wakil Rektor UGM Prof. Dr. Wening hadir tapi diwakilkan kuasa hukumnya masing-masing.
Ketua Majelis Hakim Achmad Satibi sempat menanyakan apakah penggugat maupun tergugat hadir. Namun tergugat empat tidak hadir dan tidak diwakilkan oleh kuasa hukumnya.
"Tergugat empat siapa? Polri ya? Belum hadir ya," ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Kemudian majelis hakim memeriksa surat pemanggilan untuk tergugat empat. Ternyata surat pemanggilan tersebut sudah dikirim dan diterima oleh petugas piket di Mabes Polri.
Karena ada pihak tidak hadir, maka sidang ditunda sampai 14 Oktober 2025 nanti. Majelis hakim pun akan kembali melakukan pemanggilan ketiga untuk bisa hadir.
"Sidang ditunda Selasa (14/10/2025) nanti dan akan kembali dilakukan pemanggilan. Kalau memang nanti kita panggil tidak hadir lagi, kita langsung mediasi," papar dia.
Sementara itu Kuasa Hukum penggugat, M. Taufiq sangat menyayangkan ketidakhadiran Polri dalam sidang hari ini.
Baca Juga: Dukungan Dua Periode Prabowo-Gibran Jadi Sorotan, Ini Respon Jokowi
"Itu menunjukkan kepada kita bahwa kepolisian itu 'menjalankan praktek-praktek pembangkangan'. Tidak menghormati hukum dan menganggap institusi kepolisian itu sebuah institusi yang super body, artinya lebih hebat dari siapapun karena sudah dua kali persidangan tapi tidak hadir," jelas dia.
"Padahal sebenarnya simpel saja, karena polisi itu banyak ada dari Mabes Polri, dari Polda Jateng atau bahkan dengan Polresta Solo. Tapi hari ini kita tidak melihat," lanjutnya.
Taufiq menegaskan kalau memang nanti sidah ketiga dan Polri tetap tidak hadir atau mengutus. Maka sidang akan dilanjutkan dengan agenda mediasi.
"Nanti saya tegas juga akan membacakan gugatan, karena selama ini dalam praktek pengacara perdata itu ketika bersidang dianggap dibacakan. Kami tidak dan kami akan bacakan, karena itu biar masyarakat tahu," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR
-
Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!
-
Bupati Klaten Terjaring OTT KPK di Rumah Dinas, Begini Reaksi Sang Wakil Bupati
-
Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf Kepada Masyarakat Usai Diperiksa 14 Jam oleh KPK
-
Bangun Ekonomi Desa, BRI Dukung Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih