Ia mengatakan lokasi jalur yang dilalui pendaki Gunung Lawu tersebut diketahui merupakan jalur terlarang. Jalur tersebut tidak termasuk jalur pendakian resmi Taman Nasional Gunung Merbabu.
“Karena pendaki ilegal saat dilakukan pengecekan di posko resmi tidak ada. Korban naik Gunung Merbabu bagian timur (jalur tidak resmi),” kata dia.
Dia menjelaskan korban naik Gunung Merbabu pada Jumat (18/4). Kemudian pada Minggu (20/4) malam mendapatkan laporan pendaki hilang.
"Kami sudah melakukan pencarian sejak Senin kemarin. Namun, belum mendapatkan hasil sampai hari ini (Selasa)," kata dia.
Ia menambahkan sesuai aturan siapapun yang mendaki dari jalur terlarang ini akan dikenai sanksi tegas. Pelarangan pendakian di jalur Timboa bukan tanpa alasan.
"Lokasi ini diketahui memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan menyimpan situs arkeologi yang sangat bernilai. Termasuk situs cagar budaya," pungkasnya.
Gunung Merbabu dengan ketinggian 3.142 mdpl terletak di 3 kabupaten yaitu Semarang, Boyolali, dan Magelang. Gunung Merbabu merupakan gunung api tua yang bersebelahan dengan Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung api aktif.
Gunung Merbabu berasal dari kata 'meru' yang berarti gunung dan 'babu' yang berarti wanita. Gunung Merbabu dikenal sebagai gunung tidur meski sebenarnya memiliki 5 buah kawah, yaitu Kawah Condrodimuko, Kombang, Kendang, Rebab, dan Kawah Sambernyowo.
Baca Juga: Diduga Tak Netral, Kepala Dinkes Boyolali Buka Suara Usai Dilaporkan ke Bawaslu
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox