Pasar ini pertama kali dibangun bertepatan dengan 24 tahun bertahtanya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII.
Nama Triwindu, yang berarti delapan tahun rangkap tiga, dipilih untuk memperingati hari bersejarah tersebut.
Awalnya, pasar ini hanya berupa lahan kecil dengan meja-meja sederhana tempat para pedagang menjual kue-kue tradisional, pakaian, majalah, dan koran.
Seiring waktu, banyak pedagang mulai membangun kios sendiri, mengubah pasar sederhana ini menjadi pusat jual beli barang antik. Peran pasar barang antik muncul pada masa penjajahan Jepang.
Ketika kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak bangsawan menjual benda-benda antik dan koleksi seni mereka di sini untuk bertahan hidup.
Hal ini menjadikan Pasar Triwindu salah satu pasar terpenting di Solo pada masa itu.
Bagi banyak pedagang, Pasar Triwindu sudah seperti rumah sendiri. Jarang ada pedagang yang datang dan pergi, karena tempat berjualan di pasar ini biasanya diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pada Juli 2008, pasar ini dipugar mengikuti arsitektur khas Solo.
Lahan berjualan yang sebelumnya hanya satu lantai kini dibangun menjadi dua lantai oleh pemerintah Solo, memberikan para pedagang ruang yang lebih luas dan nyaman untuk berjualan.
Baca Juga: Heboh Tanah Ambles di Gedung Serba Guna, Dua Warga Kadipiro Jadi Korban
Selama peremajaan tersebut, pasar ini sempat berganti nama menjadi Pasar Windujenar. Namun, pada tahun 2011, pasar ini kembali ke nama aslinya yang sarat makna, Triwindu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Timnas U-17 vs Malaysia di Manahan, Wali Kota Solo: Momentum Emas Perkuat Ekosistem Sepak Bola
-
Ketahanan Ekonomi, 60 Purna PMI di Cirebon Mendapat Pelatihan Kewirausahaan dari BRI Peduli
-
Kerusuhan Pesilat di Boyolali: Warga Jadi Korban, Motor Dibakar dan Empat Orang Terluka
-
Gercep! Tim Sparta Solo Amankan Terduga Maling Motor yang Dikepung Warga di Kadipiro
-
All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim