SuaraSurakarta.id - Nama Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, putra ulama besar K Maimoen Zubair, mencuat sebagai calon kuat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam muktamar mendatang.
Usulan ini disampaikan oleh sejumlah masyayikh PPP Jawa Tengah, termasuk KH Fadholan Musyafak, pengasuh Pesantren Fadhlul Fadhlan sekaligus Sekretaris Majelis Syariah DPP Partai PPP.
"Gus Yasin memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni, ditambah faktor nasab sebagai putra KH Maimoen Zubair yang berpengaruh di kalangan umat Islam, baik nasional maupun internasional," ujar Fadholan Musyafak, Selasa (7/1/2025).
Gus Yasin juga dianggap berhasil meraih hampir hampir empat juta suara di Jawa Tengah dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Pemilu Legislatif, hampir menyamai perolehan suara PPP secara nasional.
Dukungan kepada Gus Yasin semakin menguat setelah Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie, dalam pidatonya pada acara istighotsah peringatan Harlah PPP ke-52 di Kantor DPW PPP Jateng, secara terbuka menyatakan mendukung Gus Yasin maju sebagai kandidat Ketua Umum.
"Kemunculan Gus Yasin, bersama nama-nama lain seperti Sandiaga Uno, Jenderal (Purn) Dudung Abdurrahman, dan Gus Ipul, menandakan bahwa PPP masih diminati tokoh-tokoh berkaliber nasional," ujar Masruhan.
Menurutnya, Muktamar yang direncanakan digelar setelah Lebaran 2025 akan menjadi momentum penting bagi PPP untuk kembali merebut kursi di Senayan pada Pemilu 2029 mendatang.
"Tantangan besar bagi Ketua Umum baru adalah membawa PPP kembali ke parlemen, mengingat kegagalan pada Pemilu sebelumnya," tambahnya.
Nama-nama besar yang disebut, termasuk Gus Yasin, diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi PPP ke depan.
Baca Juga: Momen Ahmad Luthfi Nyoblos di TPS 1 Sumber Solo sebagai DPK
Dukungan kepada Gus Yasin juga di-amini PPP Solo. Edy Jasmanto, secara pribadi sudah mengusulkan sosok Taj Yasin dari dulu, tapi karena terbentur AD/ ART maka gagal. Menurutnya saat ini sosok Gus Yasin sangat tepat untuk menyelamatkan Partai PPP mendulang suara dan masuk ke Senayan lagi.
"Karena putra Mbah Maimoen dan alumni Sarang. Terbukti waktu pemilihan legislatif, suara DPD untuk beliau banyak. Paling mungkin untuk menyelamatkan PPP adalah sosok Taj Yasin," tegas Edy.
Dukungan serupa juga diungkapkan Fathur Rohman, Ketua DPC PPP Kota Semarang.
"Kalau PPP ingin kembali ke khittah ya pemimpin ke depan ya Gus Yasin. Secara sanad politik nyambung langsung, keturunan Mbah Maimoen," ujar Fathur Rohman.
Jika terpilih, mustinya Gus Yasin akan menjadi magnit bagi sejumlah kader dan simpatisan lain untuk merawat kembali PPP, sebagaì partai yang berasas Islam.
Hal berbeda diungkapkan H Taufikurokhman Hidayat, Wakil Ketua DPC PPP Cilacap. Menurutnya, Pemilu 2029 adalah pemilu super kerja keras bagi PPP kalau ingin masuk senayan. Perlu ketua umum yang kuat, secara materi dan kemampuan managerial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin
-
BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance
-
BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio
-
HYDROPLUS Soccer League 2026/2027 Libatkan 110 Tim, Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri ke Solo
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia