Gus Baha menekankan bahwa bulan Rajab adalah waktu untuk introspeksi. Dengan memperbaiki niat dan perbuatan di bulan ini, umat Islam dapat menyambut bulan Ramadhan dengan persiapan spiritual yang lebih matang.
Dengan menjalankan amalan-amalan yang dianjurkan Gus Baha selama bulan Rajab, umat Islam diharapkan dapat memaksimalkan kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan meraih keberkahan dari Allah SWT.
Bulan Rajab bukan hanya menjadi waktu untuk beristigfar dan berpuasa, tetapi juga sebagai persiapan spiritual untuk menyambut Ramadhan dengan lebih baik.
Semoga dengan memperhatikan dan melaksanakan amalan-amalan ini, kita dapat memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh semangat, dan siap menjalani ibadah dengan penuh keberkahan.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Polemik Nama Raja Keraton Solo: PB XIV Purboyo Pasrah Hadapi Gugatan LDA!
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
-
Gibran Disebut Berpotensial Jadi Capres 2029, Jokowi Tegaskan Prabowo-Gibran Dua Periode
-
Resmikan Tiga Bangunan SD Negeri Solo, Respati Ardi Dorong Pendidikan Inklusif