SuaraSurakarta.id - Keracunan massal terjadi di dukuh Kalikunci, RT 17 Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Puluhan orang harus dirawat usai keracunan setelah menyantap nasi bancaan selapanan bayi di salah astu rumah warga, Selasa (3/9/2024) malam.
Camat Sambirejo, Didik Purwanto menjelaskan, keracunan meluas setelah warga juga membawa bancaan pulang ke rumah dan disantap bersama keluarga.
"Terus setelah bancaan ada yang keluhan pusing dan mual pada pagi tadi," kata Didik Purwanto, Rabu (4/9/2024).
Dari hasil penelusuran, lanjuta Disik, lauk yang dibawa bukan daging atau ikan, melainkan gudangan dan urap yang dibagikan buat makan-makan.
"Lauk ya urap dan telur," terangnya.
Dia menyampaikan setelah banyak yang melapor mengeluhkan sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Muspika Sambirejo dan pemerintah desa serta puskemas sudah turun tangan. Langkah lebih lanjut dari dinas kesehatan ngambil sampel makanan.
Sementara Kepala Puskesmas Sambirejo, dr. Yeni Rahmawati menyampaikan pasien yang dirawat di Puskesmas Sambirejo ada 16 orang. Pasien baru masuk pada Rabu (4/9) sekitar pukul 09.00-10.00 pagi.
Pada umumnya keluhan pasien yakni mual, muntah, dan badannya panas. Sesuai progres ada yang sudah pulang untuk rawat jalan karena kondisinya membaik.
Baca Juga: Ini Kronologi Kecelakaan Motor vs Truk Tangki di Sragen, Tewaskan Bapak dan Anak
"Ada yang Ke klinik lain. Ini kan sudah penuh di Sambirejo kita koordinasikan dengan Puskesmas Gondang. Total korban tempat saya 16 dirujuk 1 orang," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox