Ronald Seger Prabowo
Minggu, 07 Juli 2024 | 22:53 WIB
Pusaka dikeluarkan dari Pura Mangkunegaran sebelum kirab 1 Sura di Solo, Jawa Tengah, Minggu (7/7/2024). [ANTARA/Aris Wasita]

SuaraSurakarta.id - Pura Mangkunegaran menggelar kirab enam pusaka berupa lima tombak dan satu pusaka yang berada di dalam jodang pada malam 1 Sura, Minggu (7/7/2024) malam.

Pusaka-pusaka tersebut keluar dari ruang pusaka bernama Dalem Agung untuk kemudian dibawa ke pendopo Pura Mangkunegaran.

Selanjutnya, pusaka-pusaka tersebut dipanggul oleh para abdi dalem.

Masing-masing pusaka tombak yang memiliki lebar lebih dari dua meter tersebut dipanggul oleh dua orang abdi dalem. Sebelumnya, pusaka-pusaka tersebut dibersihkan atau dijamasi dengan menggunakan air kembang.

Sesuai dengan aturan Pura Mangkunegaran, maka Mangkunegara X atau Gusti Bhre tidak diperbolehkan ikut kirab sehingga hanya melepas rombongan tersebut.

Gusti Bhre hanya menyampaikan doa agar para peserta kirab mengikuti kirab dengan lancar dan selamat.

"Tak sangoni puji pandonga rahayu kanti wilujeng (aku beri doa agar selamat)," ungkap Gusti Bhre dilansir dari ANTARA..

Sementara dalam kirab itu, bertindak sebagai cucuk lampah atau pemimpin kirab yakni kakak KGPAA Mangkunegara X, Pangeran Sepuh GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro.

Di belakang Paundra ada sejumlah tokoh yang ikut kirab atau disebut juga tapa bisu. Beberapa di antaranya ada Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, anggota DPR RI Aria Bima, serta putra Presiden Jokowi Kaesang Pangarep serta istrinya Erina Gudono.

Baca Juga: Pura Mangkunegaran Gelar Kirab Malam 1 Suro, Catat Jadwal dan Rutenya

Selain itu, ada pula sejumlah tokoh lain seperti Ketua Kadin Surakarta Ferry Septha Indrianto.

Di belakang rombongan tersebut, diikuti oleh pusaka dan peserta kirab lain. Sebagai rute kirab yakni mengelilingi tembok Pura Mangkunegaran hingga sebagian kecil Jalan Slamet Riyadi untuk kemudian masuk kembali ke Mangkunegaran dengan melewati Ngarsopuro.

Usai seluruh peserta kirab meninggalkan halaman Pura Mangkunegaran, puluhan masyarakat berebut air kembang. Sebagian orang mempercayai air kembang membawa berkah.

Acara kirab diakhiri dengan menyebar udik-udik atau uang dari keluarga Mangkunegara kepada peserta kirab.

Load More