Terpisah, Kuasa Hukum Ivory, Christiansen Aditya menyayangkan tuntutan warga yang makin melebar yakni agar Ivory direlokasi.
Sebab pihak Ivory, lanjut Aditya, telah berupaya mematuhi kesepakatan dengan warga saat dilakukan hiring di DPRD Sukoharja pada November 2023.
"Hasil kesepakatan bersama, pada bulan November hingga Desember, Ivory melakukan renovasi yang pertama. Setelah itu, akan dilakukan cek sound di rumah Pak Felik dan Pak Wely tapi tidak diperbolehkan," kata Aditya.
Setelah itu, Ivory kembali menggelar live music. Namun warga kembali melayangkan keluhan kebisingan suara. Sehingga pada bulan Febuari 2024, Ivory kembali melakukan renovasi besar-besaran, yang selesai pada bulan April.
Aditya menyesalkan, tuntutan warga yang semakin berkembang. Pasalnya, mereka awalnya hanya mengeluhkan kebisingan.
"Yang diminta Pak Felix dan Pak Willy awalnya hanya masalah kebocoran suara, namun mengapa kok jadi berkembang relokasi. Saran dari pak Camat, itu (relokasi) persoalan yang lain. Silakan diajukan lagi ke DPRD. Kami menindaklanjuti ini (kebisingan), karena Ivory sudah berikhtikad baik," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak
-
BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi
-
2 Korban Kapal Virgo Transport 8 Aldo dan Bagus Ditemukan Meninggal, Keluarga Siapkan Pemakaman