SuaraSurakarta.id - Beragam kisah inspiratif muncul dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Cerita inspiratif itu salah satunya datang dair pemilik usaha Siomay dan Batagor Mang Edi di Kota Solo, Sari Suryani.
Sari menceritakan, dia dan sang suami mulai berjualan sejak 5 tahun lalu.
Keduanya sama-sama bekerja sebagai karyawan sebelum memutuskan mendirikan usaha. Sari bekerja di sebuah jasa ekspedisi, sementara sang suami di perbankan.
"Setelah berdiskusi kami sepakat membuka usaha berjualan batagor dan siomay. Usaha ini pakai sistem franchise," ungkap Sari saat ditemui di Pasar Takjil Ramadan di halaman parkir Gedung Wanita Solo, Sabtu (30/3/2024).
Meski demikian, Sari mengaku usaha semakin berkembang setelah bergabung menjadi UMKM binaan Bank BRI sejak 3 tahun terakhir.
Bergabung UMKM binaan BRI, usaha terus dibantu untuk mengembangkan diri melalui beragam kegiatan. termasyk pameran yang digelar BRI.
"Jadi banyak event yang digelar membuat kuliner saya semakin dikenal banyak orang. Sangat menguntungkan bergabung jadi UMKM binaan BRI," ujar dia.
Sari menambahkan, usahanya juga mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan pemasaran produk lewat pameran.
Baca Juga: Persis Solo Jadi Tim Terbaik BRI Liga 1 di Bulan Maret, Ini Catatan Fantastisnya
"Tidak cuma jadi nasabah dan dibina, tapi juga dikasih wadah untuk memasarkan produk lewat event BRI," jelas dia.
Sementara itu, Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Slamet Riyadi Solo Agung Ari Wibowo membenarkan jika BRI melakukan edukasi UMKM untuk meningkatkan kelas mereka.
Mulai ultra mikro lalu jadi kecil hingga menengah. UMKM yang menjadi binaan BRI dia kelompokkan berdasarkan berbagai kriteria. Misalnya, berdasarkan jenis produk hingga skala omzet.
Setelah itu BRI akan memberi mereka mulai dari pelatihan dasar manajemen keuangan, produksi hingga packaging dan pemasaran.
Saat mereka naik kelas kemudian butuh permodalan karena omzet meningkat, maka akan masuk ke kredit usaha rakyat (KUR) BRI. Tahun lalu BRI Slamet Riyadi menyalurkan KUR senilai Rp 976 miliar (2023).
"Jasa bank sebenarnya sama saja, yang membedakan itu servisnya. Banker dianggap sebagai banker sukses kalau bisa membikin nasabahnya lebih kaya dari sekarang. Caranya, harus bisa jadi marketing bagi mereka, link network dijalankan, efisiensi link and match antarnasabah," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Bertemu Dubes Iran, Jokowi Akui Bahas Banyak Hal, Termasuk Lobi-lobi soal Penutupan Selat Hormuz?
-
Jokowi Jamu Hidangan Spesial untuk Dubes Iran, Ada Gulai Kambing, Lontong Sayur hingga Nasi Goreng
-
Tak Lagi Menjabat, Jokowi Masih Jadi Sosok Sentral? Dubes Iran Ungkap Alasannya
-
Bertemu Jokowi, Dubes Iran Sampaikan Situasi Terkini Perang dan Harapan Perdamaian
-
Terungkap! Kasus Remaja 14 Tahun di Wonogiri, Sempat Kabur hingga Ditemukan di Pacitan