SuaraSurakarta.id - Kesehatan mental menjadi pembahasan beberapa kalangan akhir-akhir ini. Bahkan, banyak dilakukan sosialisasi untuk mencegah penyakit tersebut.
Terbaru, tim mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan aplikasi layanan kesehatan mental untuk mengatur emosi pada mahasiswa.
Ketua tim Naurah Nazifah mengatakan pengembangan aplikasi yang dinamakan Narajiwa ini bermula pada keresahan terhadap perilaku Non-Suicidal Self Injury (NSSI) atau perilaku menyakiti diri sendiri yang dilakukan oleh mahasiswa.
"Melalui Narajiwa, kami berupaya menurunkan tingkat atau frekuensi perilaku NSSI," kata Naurah dikutip dari ANTARA di Solo, Selasa (12/12/2023).
Ia mengatakan ada berbagai macam fitur pada aplikasi tersebut, diantaranya menyediakan fitur mood tracker yang berguna mencatat dan memonitor emosi setiap harinya.
"Para pengguna juga dapat curhat dan menuangkan perasaan melalui fitur-fitur seperti nara-cerita dan nara-jurnal. Adapun fitur night capsule berupa afirmasi positif yang dapat didengar kapanpun dan di mana pun. Untuk menikmati fitur-fitur tersebut, pengguna cukup mengakses Narajiwa.web.id melalui HP, laptop, atau komputer," katanya.
Ia mengatakan penggunaan aplikasi tersebut bertujuan membantu mahasiswa dalam mengatur emosi negatif menjadi lebih positif.
"Aplikasi ini dikembangkan atas penerapan teori psikologi positif yang mampu membantu mengurangi frekuensi dan intensitas perilaku NSSI bagi pengguna," katanya.
Ia mengatakan pengembangan tersebut diperkuat oleh penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa pengaturan emosi berpengaruh terhadap perilaku NSSI.
Baca Juga: Dugaan Kasus Korupsi Rektor UNS, Kejati Jateng Periksa 46 Saksi, Tunggu Audit BPKP
"Kami tergerak untuk membuat aplikasi yang dapat membantu mahasiswa mengatur emosi. Melihat karakterisasi mahasiswa yang sangat senang akan digitalisasi dan kepraktisan sesuatu, maka kami merasa intervensi regulasi untuk menangani perilaku NSSI melalui aplikasi berbasis website bernama Narajiwa adalah hal yang tepat," katanya.
Menurut dia, sudah ada sebanyak 185 mahasiswa yang telah mengakses aplikasi hasil program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tersebut.
Ia merinci 185 mahasiswa itu terdiri dari 70 mahasiswa berperilaku NSSI dan 115 mahasiswa yang tidak berperilaku NSSI.
"Para pengguna Narajiwa mengaku bahwa aplikasi ini mampu membuat mereka menyadari setiap kegiatan yang mereka lakukan dan bersyukur atas apa yang mereka lalui," katanya.
Selain Naurah beberapa mahasiswa lain yang tergabung dalam tim yakni Eka Yulianasari Nurfathonah, Fatimah Nur Muhammad, Lolya Wagmi Atindriya, Ni Putu Gita Indah Cahyani dan Nikta Rosyida Nurul Izzati. Pengembangan aplikasi ini juga memperoleh bimbingan dari Dosen Fakultas Psikologi UNS Farida Hidayati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Heboh Isu Larangan Memakai Jilbab Saat Wawancara Magang di Solo Safari, PKS Turun Langsung
-
Canggih! Ompreng Makan Bergizi Gratis di Solo Lewati Sinar UV dan Disegel 360 Derajat
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta
-
Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI