Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Rabu, 29 November 2023 | 20:00 WIB
Profil Raja Mangkunegara II. [Puromangkunegaran.com]

SuaraSurakarta.id - Pura Mangkunegaran sempat mempunyai satuan militer yang disegani di zamannya yang bernama Mangkunegara II. Adapun tokoh yang berperan dibalik pembentukan satuan militer tersebut adalah Raja Mangkunegara II. 

Selepas meninggalnya Mangkunegara II, kerajaan ini tidak kehilangan taji. Pasalnya setelah diangkat menjadi pemimpin selanjutnya, Mangkunegara II langsung tancap gas dengan membentuk satuan militer bernama Legiun Mangkunegara, serta melakukan berbagai hal lainnya. 

Buat yang penasaran, berikut ini profil Mangkunegara II yang menjadi pencetus terbentuknya satuan militer yang kuat di Pura Mangkunegara. 

Profil Raja Mangkunegara II 

Baca Juga: Diawali Konflik, Ini Perbedaan Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran yang Masih Eksis di Solo

Mangkunegara II adalah penguasa kedua Mangkunegaran, sebuah kadipaten di Jawa Tengah yang didirikan oleh Pangeran Sambernyawa. Ia memerintah selama 39 tahun, dari tahun 1796 hingga 1835.

Mangkunegara II lahir pada tanggal 5 Januari 1768 dengan nama Bendara Raden Mas Sulama. Ia adalah putra dari Pangeran Arya Prabumijaya I, putra Mangkunegara I, dan Kanjeng Ratu Alit, putri Paku Buwono III.

Pada masa pemerintahannya, Mangkunegara II menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, ia harus menghadapi persaingan politik dengan Kesultanan Mataram dan Kasunanan Surakarta. Sementara itu, di luar negeri, ia harus menghadapi ancaman dari penjajah Belanda.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Mangkunegara II berhasil memajukan Mangkunegaran. Ia melakukan berbagai reformasi, baik di bidang pemerintahan, ekonomi, maupun militer.

Di bidang pemerintahan, Mangkunegara II memperkuat kedudukan Mangkunegaran sebagai sebuah kadipaten yang mandiri.

Baca Juga: Mengenal Raja Mangkunegara I, Pendiri Pura Mangkunegara Solo

Ia juga melakukan modernisasi pemerintahan, dengan membentuk berbagai lembaga baru, seperti dewan pertimbangan dan pengadilan.

Di bidang ekonomi, Mangkunegara II mengembangkan pertanian dan perdagangan. Ia juga mendirikan berbagai pabrik, seperti pabrik gula dan pabrik senjata.

Kemudian bidang militer, Mangkunegara II membentuk Legiun Mangkunegaran, sebuah pasukan militer yang kuat.

Adapun  Legiun Mangkunegaran merupakan kesatuan militer khusus yang dimiliki oleh Mangkunegaran. Pembentukan satuan militer ini dipengaruhi oleh keadaan pada masa itu, di mana Perang Napoleon tengah meletus di Eropa.

Mangkunegara II yang memiliki jiwa nasionalis dan ingin Mangkunegaran menjadi negara yang mandiri, melihat bahwa pasukan militer Eropa yang kuat adalah salah satu faktor penting untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk membentuk Legiun Mangkunegaran dengan model militer Eropa.

Pasukan Legiun Mangkunegaran terdiri dari berbagai jenis prajurit, termasuk infanteri, kavaleri, dan artileri. Para prajurit Legiun Mangkunegaran dilatih secara intensif dengan menggunakan senjata-senjata modern, seperti senapan, meriam, dan kavaleri.

Legiun Mangkunegaran berperan penting dalam mempertahankan Mangkunegaran dari serangan Belanda. Pada tahun 1825, Legiun Mangkunegaran bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Diponegoro melawan Belanda.

Selain itu, Legiun Mangkunegaran juga berperan penting dalam perkembangan militer di Indonesia. Pasukan Legiun Mangkunegaran menjadi inspirasi bagi pembentukan pasukan militer modern di Indonesia, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Legiun Mangkunegaran dibubarkan pada tahun 1942, ketika Jepang menduduki Indonesia. Namun, Legiun Mangkunegaran meninggalkan warisan yang besar bagi Mangkunegaran dan bangsa Indonesia.

Pasukan Legiun Mangkunegaran adalah bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk membentuk pasukan militer yang kuat dan modern.

Mangkunegara II juga dikenal sebagai sosok yang berjiwa nasionalis. Ia menentang penjajahan Belanda dan menyerukan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Mangkunegara II wafat pada tanggal 17 Januari 1836. Ia meninggalkan warisan yang besar bagi Mangkunegaran dan bangsa Indonesia. 

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More