SuaraSurakarta.id - Tidak lengkap rasanya apabila ke Solo atau Surakarta tidak mengunjungi Pasar Gede Solo.
Kawasan perbelanjaan tradisional yang kaya dengan nilai sejarah karena sudah berdiri dan beroperasi sejak lama.
Seperti diketahui kalau Pasar Gede sudah menjadi destinasi wisata di Kota Solo. Pasalnya pasar ini memberikan pengalaman berbelanja yang unik, karena memadukan antara berbelanja beragam kebutuhan sehari-hari dan wisata serta suasana bangunan yang masih tradisional.
Hal ini tentunya yang membuat wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan mancanegara menyempatkan dir berkunjung ke Pasar Gede. Buat yang penasaran, berikut ini ulasan singkatnya.
Terletak di jantung kota Solo tepatnya Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Pasar Gede berdiri sebagai bukti warisan budaya kota yang kaya dan semangat perdagangan yang abadi.
Dengan arsitekturnya yang khas dan suasananya yang semarak, pasar yang ramai ini telah berfungsi sebagai pusat vital kegiatan sosial dan ekonomi selama berabad-abad.
Asal-usul Pasar Gede dapat ditelusuri kembali ke era pra-kolonial, ketika daerah itu berfungsi sebagai pusat perdagangan bagi pedagang lokal. Selama masa pemerintahan Pakubuwono X, sultan Surakarta, pasar mengalami transformasi yang signifikan, berkembang dalam ukuran dan kepentingan.
Di awal abad ke-20, Pasar Gede telah menjadi pasar yang ramai, menarik pedagang dan pembeli dari seluruh Jawa dan sekitarnya. Berikutnya tahun 1927, pemerintah kolonial Belanda menugaskan pembangunan gedung pasar baru, dengan meminta keahlian arsitek terkenal Ir. Herman Thomas Karsten.
Baca Juga: Bakal Pilih Cuti atau Mundur Selama Pilpres 2024, Gibran Buka Suara
Terinspirasi oleh gaya arsitektur Jawa dan Eropa, Karsten merancang struktur megah yang memadukan tradisi dan modernitas dengan mulus. Pintu masuk yang megah, dihiasi dengan ukiran rumit dan lengkungan yang menjulang, berfungsi sebagai pengingat yang mencolok akan signifikansi historis pasar.
Pembangunan Pasar Gede Solo mencapai angka 650 ribu gulden, yang mana besaran biaya pembangunan Pasar Gede Solo, jika dirupiahkan saat ini mencapai angka sekitar Rp 2,5 miliar. Usai melakukan pembangunan, pasar ini diresmikan oleh Paku Buwono X pada 12 Januari 1930.
Selain pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, Pasar Gede juga terkenal sebagai surga kuliner, menawarkan berbagai hidangan tradisional Jawa yang menggoda. Dari sate harum dan gudeg gurih hingga wedang jahe yang menyegarkan dan serabi manis, berbagai kedai makanan di pasar ini menggoda selera penduduk setempat dan pengunjung.
Pasar Gede telah melewati badai waktu, pergolakan politik yang bertahan lama, krisis ekonomi, dan bencana alam. Sepanjang sejarahnya, pasar tetap hadir secara konstan dalam kehidupan penduduk Solo, berfungsi sebagai sumber rezeki, komunitas, dan identitas budaya.
Hari ini, Pasar Gede telah berusia 93 tahun dan berdiri sebagai ikon tercinta Solo, menarik pengunjung dari seluruh dunia. Suasananya yang ramai, warna-warna cerah, dan aroma yang menggoda memberikan pengalaman mendalam ke dalam jantung dan jiwa budaya Jawa.
Baik mencari kelezatan kuliner, menjelajahi kerajinan lokal, atau sekadar berendam dalam suasana yang semarak, Pasar Gede menawarkan perjalanan yang tak terlupakan ke dalam permadani warisan Solo yang kaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Mengenal Inesial F Umpan Cantik Pemikat Warga Amerika hingga Gasak Uang Rp41 Miliar
-
Kedok Pig Butchering Sukoharjo: Ini 5 Fakta Menarik Sindikat Kripto yang Kuras Rp41 Miliar Warga AS
-
Markas Pig Butchering Sukoharjo Digulung: 11 WNA Jadi Tersangka, Kuras Rp41,1 Miliar Milik Warga US
-
Aksi Nekat Maling di Kadipiro Gagal Total, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Terduga Pelaku
-
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi