Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 04 November 2023 | 18:16 WIB
Bacapres Anies Baswedan saat orasi kebangsaan di Edutorium UMS. (Suara.com/Ari Welianto)

Anies mengatakan bisa menang di Solo asal tidak curang. "Bapak ibu kalian yang bilang, asal tidak curang. Tapi kita sudah dengar katanya mau netral," ungkap dia.

Anies pun menilai kapan kecurangan itu bisa berdampak. Ketika selisihnya sedikit, ketika selisihnya besar maka sulit dilakukan kecurangan.

"Betul. Siap di Solo selisihnya besar. Siap di Solo menangnya besar, kalau menangnya besar sulit bikin curang itu. Tapi kalau menangnya ngepres, nah itu ada barang-barang yang hilang di tengah jalan," paparnya. 

"Insya Allah di Solo ini kalau sampai kita makin hari makin membuat gerakan perubahan maka makin menguat. Kita menginginkan Indonesia lebih adil, kita bikin tata kenegaraan yang lebih menggunakan akal sehat, kita menginginkan aturan hukum yang benar-benar untuk keadilan bukan untuk kekuasaan," sambung dia.

Baca Juga: Anies-Muhaimin Butuh 97 Juta Suara untuk Menang di Pilpres 2024, PKB Beberkan Hasil Survei Internal

Bila itu semua menjadi bagian gerakan di Solo ini dan makin hari makin kuat. Maka, insya allah empat bulan lagi di sini bisa sujud syukur kemenangan dari Solo.

"Menangnya harus menang besar. Menang besar, menang mutlak, insya allah," tandasnya. 

Anies tidak mempermasalahkan survei yang ada sekarang. Biarlah angka survei itu menjadi kepuasan para penyelenggara survei. 

"Kita hormati, bagaimanapun juga mereka menyelenggarakan survei dan jadi masukan buat kita. Disisi lain, kita tahu sesungguhnya yang terjadi di masyarakat," jelas dia. 

"Insya Allah, kemenangan diantarkan pada kita. Insya Allah, Solonya lebih maju, Indonesianya lebih adil," pungkasnya.

Baca Juga: Ungkit Hasil Survei 3 Paslon, Cak Imin Pede Menang Satu Putaran di Pilpres 2024

Kontributor : Ari Welianto

Load More