SuaraSurakarta.id - Seorang komandan TNI bernama Letkol Inf Tamami mengalami luka serius di bagian kepala usai dibacok prajuritnya.
Aksi tak terduga ini diduga dipicu oleh rasa sakit hati salah satu prajuritnya kepada komandannya.
Kejadian pembacokan tersebut terjadi di Rindam XVIII/ Kasuari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat usai pidato yang disampaikan saat apel.
Kabar yang beredar, prajurit dengan pangkat Tamtama ini tidak terima oleh omongan komandannya sendiri dalam sebuah pidato yang menjulukinya "Monyet".
Video pidato dengan pangkat Tamtama tersebut tersebar di media sosial Instagram. Dalam video yang diunggah akun @viralan di media sosial, komandan tersebut menyebutkan kalimat-kalimat tidak pantas.
Terlihat dalam video tersebut, komandan Letkol Inf Tamami mengatakan "Hey kamu gak jawab, kalau kau nunggu negara ini ngasih tahun erap matamu kau buka, kau perhatikan semua manusia yang ada di depan kau ini," ujarnya.
Tak hanya itu, komandannya juga mengatakan salah satu perwira mengawasi pergerakan prajuritnya hingga keluar julukan "monyet".
"Perwira tolong awasi, tidak ada gerakan kau, oh kau memang monyet kau," lanjutnya
Diduga tidak terima dan sakit hati dengan perkataan tersebut, prajurit bernama Praka Drik Rian Bayoa membacok dan menganiaya komandannya sendiri di bagian kepala sebelah kanan.
Baca Juga: Viral Kebun Disulap Jadi Pernikahan Mewah, Tetangga Sampai Tak Bisa Julid
Akibat aksinya tersebut, komandan Letkol Inf Tamami mengalami luka robek sehingga harus mendapatkan 12 jahitan di kepala. Saat ini, kasus penganiayaan terhadap komandannya ini tengah masuk diproses hukum Kasuari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Gerak Cepat, Resmob Polresta Solo Tangkap Pelaku Curas Bersenjata Celurit
-
Cerita Warga Desa Wunut Klaten Dapat THR dari Pemdes, Buat Beli Baju dan Kue Lebaran
-
7 Fakta Lansia Ditusuk Saat Melerai Perkelahian di Nusukan Solo
-
Tuntas! Jaksa Eksekusi Uang Penggelapan Rp9,7 Miliar di Kasus Pegawai Bank Jateng
-
Takut dan Khawatir, Calon Jemaah Umroh di Solo Minta Cancel Pemberangkatan