SuaraSurakarta.id - Puluhan personel gabungan memutuskan untuk melanjutkan upaya pemadaman kebakaran hutan Gunung Lawu esok hari, Kamis (30/8/2023).
Situasi di lokasi kejadian yang dinilai membayakan petugas dan relawan menjadi alasan utama penghentian sementara pemadaman.
Pemadaman dihentikan pukul 19.22 WIB dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan personel melanjutkan tugasnya.
"Pemadaman sederhana paling memungkinkan dilakukan meski berisiko. Relawan perlu mengenakan alat pelindung diri," kata Kapolsek Tawangmangu AKP Sutarno dilansir dari Timlo.net--jaringan Suara.com.
Kebakaran hutan Lawu di petak 42-1 KRPH RPH Tlogodringo masih berlangsung hingga Rabu malam (30/8/2023).
Meski pemadaman dihentikan sementara, Sutarno memastikan satuan tugas tetap memantau titik api serta melakukan rencana esok hari.
Tim gabungan bersiap kembali memadamkan kebakaran mulai Kamis pagi besok.
"Uap panasnya harus dihindari. Pandai-pandai memakai pelindung diri. Cara manual ini dengan memukul-pukul pakai ranting. Memisahkan atau menyekat agar api tak merembet. Hingga pukul 19.00 WIB masih membara," ujar dia.
Sebagaimana diberitakan, lokasi kebakaran masuk wilayah pangkuan LMDH Dono Lestari. Tim yang dilibatkan untuk memadamkan kebakaran hutan dari BKPH Lawu Utara, KSKPH Surakarta, Polsek Tawangmangu, LMDH Dono Lestari, MPA Singo Lawu, Babinsa dan masyarakat sekitar hutan.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Medan Marelan, 1 Orang IRT Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox
-
BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna