Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Senin, 28 Agustus 2023 | 14:15 WIB
Tukang becak di Kota Solo Bernama Tukiman Trisno Suwito (72). [Suara.com/Ari Welianto]

Saat amplop dibuka itu kaget ternyata isinya kertas, "Pas dibuka terus saya bilang ternyata cuma kertas. Kok ya kertas kayak gini dikasihkan ke orang. Kok kebangetan sekali sampai kober-kobernya kertas dimasukan ke amplop," paparnya.

Sehari-harinya Tukiman mangkal di Jalan Veteran ini, biasanya di depan Puskesmas Gajahan. Jadi tukang becak itu sudah 30 tahun, sebelum tukang becak itu jualan es keliling.

"Sehari-hari mangkat di daerah sini, sudah 30 tahun. Dari awal di sini terus," sambung dia.

Untuk pendapatan yang diperoleh tidak mesti, kadang satu hari kadang dapat Rp 50 ribu hingga Rp 30 ribu, pernah juga tidak dapat.

Baca Juga: Modus Pelajar SMA di Lampung Tengah Curi Uang Amplop Resepsi Pernikahan: Pura-pura Jadi Tamu Berpakaian Rapi

"Pendapatan tidak mesti, pernah tidak dapat. Dulu jualan es keliling," ucapnya.

Untuk tinggal kadang di tempat teman, kadang juga tidur di depan Puskesmas Gajahan. Biasanya kalau dapat uang lebih pulang ke Kalijambe. 

"Di sini sendirian, tidur di tempat teman, kadang di depan Puskesmas Gajahan. Ini sudah lama tidak pulang," pungkas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga: Melanie Subono Sempat Cekcok dengan Baim Wong Gegara Prank KDRT, Lecehkan Korban?

Load More