4. Nek Ra Sabar Maburo
Unggah-ungguh atau sopan santun menjadi salah satu peraturan tak tertulis yang diamini oleh warga Solo sebagai adab ketika bersama orang lain.
Sopan santun tidak hanya saat bertemu dengan orang lain, namun juga saat berada di jalan raya.
Kalimat Nek Ra Sabar Maburo biasanya ditujukan kepada warga yang membunyikan klakson di lampu merah karena tidak sabar menunggu.
Jika sudah demikian, biasanya muncul kalimat 'Nek ra sabar maburo' yang memiliki arti kalau nggak sabar, terbang saja.
5. Wes Tegno Wae
Kalimat di atas menjadi salah satu yang biasa diucapkan seseorang yang sudah malas memberikan nasihat karena lawan bicara sering ngeyel.
Wes Tegno wae memiliki arti sudah biarkan saja.
Baca Juga: Debut Impresif Julian Schwarzer bersama Arema FC, Lakukan 11 Penyelamatan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan