SuaraSurakarta.id - PPIH Debarkasi Solo telah memulangkan sebanyak 12.911 haji asal Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, ke Tanah Air, hingga hari ke-13 masa pemulangan dari Tanah Suci.
PPIH Debarkasi Solo hingga hari ke-13 masa pemulangan sudah sebanyak 12.911 haji atau sekitar 36,6 persen yang dipulangkan ke Tanah Air dari total 35.270 orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci dalam penyelenggaraan tahun ini.
Humas PPIH Debarkasi Solo, Gentur Rama Indriyadi, menjelaskan pihaknya telah memulangkan sebanyak 36 kloter ke Tanah Air. Jamaah haji kloter 36 asal Kabupaten Tegal Jateng telah mendarat di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Senin (17/7/2023), sekitar pukul 05.35 WIB dengan 360 haji, sehingga total sudah 12.911 orang tiba di Tanah Air.
Gentur menjelaskan jamaah haji kloter 36 tiba seperti biasa langsung dijemput bus di bandara kemudian dibawa ke Asrama Haji Donohudan Boyolali, dan bus dari panitia daerah sudah disiapkan di asrama menjemput untuk membawa pulang ke daerahnya masing-masing.
"Pada Senin ini dijadwalkan memulangkan jamaah haji sebanyak empat kloter. Haji kloter 36 asal Tegal telah tiba, pada pukul 05.35 WIB, kloter 37 asal Tegal dan Pemalang, pukul 12.25 WIB, kemudian kloter 38 asal Pemalang, pukul 18.10 WIB dan terakhir kloter 39 asal Pemalang dan Pekalongan, pukul 22.30 WIB," kata Gentur dilansir dari ANTARA.
Sementara itu, berdasarkan data dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu, Senin, pukul 06.00 WIB, jumlah jamaah haji Debarkasi Solo, yang meninggal dunia bertambah tiga orang sehingga total menjadi 105 orang.
Tiga jamaah haji meninggal tersebut atas nama, Sudaroyah Tjokro Pradono (83), warga Patuk Lor Ped.XII RT 056/028 Kabupaten Kulonprogo DIY tergabung kloter 99, Mustawi Kusman (86), warga Patemon Rt 2/3 Kota Semarang Jateng kloter 12, dan Asijah Muh Abror (86), warga Dusun Mobisari RT 16/07 Kabupatrn Magelang Jateng kloter 25.
Haji Sudaroyah Tjokro Pradono dilaporkan meninggal di RSAS, Jumat (14/7/2023), pukul 05.50 WAS, karena Respiratory Diseases dan jenazahnya sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Sharae Arab Saudi.
Mustawi Kusman meninggal di RSAS, Jumat (14/7/2023), pukul 16.00 WAS, karena Cardiogenic Shock, dan jenazahnya dimakaman di Sharae Arab Saudi.
Baca Juga: Wa Haji Umuh Pulih, Luis Milla Tinggalkan Persib Bandung, Pelukan Terakhir Keduanya Jadi Sorotan
Haji Asijah Muh Abror dilaporkan meninggal dunia di RSAS, Sabtu (15/7/2023), pukul 10.43 WAS, penyebabnya Septic Shock dan jenazahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum Sharae Arab Saudi.
Sehingga total jamaah haji Debarkasi Solo meninggal menjadi 105 orang yang terdiri asal Jateng 96 orang dan DIY 9 orang.
Sedangkan, jamaah haji Debarkasi Solo yang masih sakit dan dirawat di Arab Saudi ada sebanyak 44 orang yang terdiri dari asal Jateng ada 37 orang dan DIY tujuh orang. Dari 44 orang haji dirawat itu, di Jedah ada tiga orang, Mekah 35 orang dan Madinah enam orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Tak Lagi Menjabat Petugas Partai, FX Rudyatmo Pilih Kembali Jadi Tukang Las
-
Tak akan Pindah Partai! FX Rudy Tegaskan Siap Berjuang Menangkan PDIP di 2029
-
Link Saldo DANA Kaget Hari Ini: Klaim Rp149 Ribu dari 4 Link Spesial!
-
7 Fakta Kasus Sapi Diracun di Nganjuk, Pelaku Incar Harga Murah dengan Modus Keji
-
Perjuangan Ibu Balita Pengidap Penyakit Langka di Karanganyar, Bertahan Hidup dari Live TikTok