SuaraSurakarta.id - Penerapan pola pertanian berbasis teknologi berdampak signifikan dengan hasil panen petani padi yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur Desa Pule, Selogiri, Wonogiri.
Memaksimalkan teknologi Digital Food Ecosystem (DFE) melalui anak perushaan Telkomsel, Indico, hasil produksi padi mereka meningkat hingga lebih dari 50 persen.
Pendampingan Indico menggunakan teknologi DFE dengan mengecek kesuburan tanah, penyediaan pupuk organik, pemilihan bibit, penyemprotan hama menggunakan drone hingga pemasaran produksi padi ini, rupanya dapat dinikmati hasilnya oleh para petani.
"Jika panen sebelumnya dengan luas area lahan sawah satu hektar menghasilkan gabah kering giling 8 ton, kini dengan teknologi digital dari kerjasama ini dapat menghasilkan panen gabah kering giling sebanyak 9 ton dengan luas area yang sama," kata Latif selaku Bendahara Gapoktan atau Ketua Kelompok Tani Desa Margoutomo, Selogiri dalam panen raya, Senin (26/6/2023).
Baca Juga: Mengenal QMCC, Sistem Pemantauan Industri Tambang Berbasis Digital
Selain itu, hasil panen padi petani pun diserap atau dibeli Indico dengan harga yang sudah disepakati sejak awal masa tanam. Pembayaran sarana produksi langsung dipotong dari hasil penjualan hasil panen.
Kerja sama antara Indico dengan Gapoktan Tani Makmur baru berlangsung selama satu masa tanam, yaitu masa tanam kedua. Dalam masa tanam kedua itu, harga jual gabah basah yang diserap Indico senilai Rp5.400/kg.
Harga itu dinilai lebih tinggi dari harga di pasaran saat musim panen. Harga gabah basah saat musim panen berkisar Rp5.000/kg. Dengan pola pertanian berbasis digital itu, hasil produksi cukup meningkat signifikan.
"Dari proses sebelum penanaman benih hingga proses pengairan di analisis akurat dengan penerapan pertanian modern. Hasil panen bisa meningkat seperti ini," jelas dia.
Dalam panen raya tersebut, CEO Indico, Andi Kristianto memaparkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam kerjasama dengan Gapoktan di Kecamatan Selogiri mampu mengolah sawah seluas 40 hektar dengan hasil produksi padi sebanyak 200 ton.
Baca Juga: Antam Bersinergi dengan Petani di Maluku Utara dan Melalukan Panen Jagung Perdana
"Hal ini merupakan pilot project yang akan terus dikembangkan di daerah lain," jelas Andi.
Memanfaatkan teknologi digital ini, lanjut Andi, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya.
"Bahkan harganya lebih tinggi sekitar 20 persen dari harga pasar," tambahnya.
Wakil Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno mengemukakan, hasil padi di Wonogiri dapat menopang kebutuhan bahan pokok karena mayoritas warga Wonogiri bekerja sebagai petani.
"Dengan menggunakan teknologi digital ini diharapkan dapat meningkatkan surplus beras di Wonogiri dan hasilnya dapat dinikmati para petani, sehingga kerjasama ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan makin diperluas lahan pertaniannya," terangnya.
Berita Terkait
-
6 Kuliner Khas Wonogiri yang Bikin Lebaran Makin Spesial Bersama Keluarga
-
Dari Grebeg Syawal Hingga Bodo-Bodo: Intip Tradisi Lebaran Khas Wonogiri
-
Pastikan Petani Sejahtera, PCO Pantau Langsung Implementasi Pembelian Gabah Rp6.500/Kg
-
La Nina Ancam Panen Raya Petani, Waka Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Hal Ini
-
Masyarakat Merauke Rayakan Keberhasilan Bersama: Panen Raya yang Mengubah Takdir!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri