Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 03 Maret 2023 | 18:33 WIB
Suasana salat jumat perdana di Masjid Raya Sheikh Zayed Al Nahyan Solo, Jumat (3/3/2023). [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Ribuan umat Islam melaksanakan salat jumat di Masjid Raya Sheikh Zayed Al Nahyan Solo, Jumat (3/3/2023). 

Ini merupakan salat jumat yang pertama digelar usai Masjid Raya Sheikh Zayed diresmikan dan dibuka untuk umum.

Pantauan di lapangan, jamaah pun harus antri saat mengambil wudhu. Selain itu juga harus antri dan sempat berdesak-desakan untuk masuk ke serambi utama masjid.

Bagi mereka yang tidak bisa masuk di serambi utama karena sudah penuh dan pintu masuk pun ditutup. Jamaah yang tidak masuk di serambi utama, akhirnya berada di selasar masjid kanan kiri dan tengah.

Para jamaah kebanyakan tiba di masjid sekitar pukul 11.00 WIB. Adzan mulai berkumandang sekitar pukul 11.50 WIB. 

Pada salat jumat di Masjid Raya Sheikh Zayed untuk muazzin, imam dan khatib langsung dari Uni Emirat Arab (UEA).

Untuk muazzin adalah Sheikh Dr. Ahmad Alkamali, sedangkan imam dan khatib adalahSheikh Mohammed Moaad.

Sementara khutbah disampaikan seluruhnya dalam menggunakan Bahasa Arab. Selanjutnya selesai salat jumat diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Khutbah sendiri berlangsung singkat hanya sekitar menit. Iqamah dikumandangkan sekitar pukul 12.10 WIB. 

Baca Juga: Gibran Disentil Warganet Usai Umumkan Dibukanya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo: Untuk Indonesia, Bukan pada Pak Jokowi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pun ikut salat jumat perdana di Masjid Raya Sheikh Zayed Al Nahyan. 

"Tadi saya tiba sekitar jam 11.20, sudah antri masuk ke serambi utama. Tidak bisa masuk akhirnya salat di luar, tidak apa-apa," ujar Sigit saat ditemui, Jumat (3/3/2023).

Ia sengaja mau salat jumat di Masjid Raya Sheikh Zayed ini. Karena sejak diresmikan Presiden Jokowi ini pengin ke sini, tapi karena belum diperbolehkan masuk akhirnya tidak jadi.

"Sudah niat mau salat jumat di sini. Panas memang di luar tapi tidak apa-apa, buat persiapan kalau di Makkah nanti," kata warga Boyolali ini.

Jamaah lain, Wibowo mengaku suasana seperti salat jumat di Timur Tengah. Apalagi imam, khatib dan muazzin langsung dari UEA. 

"Masjidnya bagus khas Timur Tengah. Ini berasa di Arab, semoga masjidnya selalu ramai. Banyak pengunjung yang datang untuk ibadah," ungkap warga Sukoharjo ini.

Load More