SuaraSurakarta.id - Kemenkominfo mengingatkan masyarakat agar segera membeli dan memasang perangkat set top box (STB) menyusul penerapan analog switch-off (ASO) atau penghentian siaran televisi terestrial secara analog.
"Sebentar lagi, (setelah) 2 November tidak ada siaran televisi analog," kata Direktur Penyiaran Kementerian Kominfo Geryantika Kurnia saat webinar "Bimtek Penggunaan Set Top Box Dalam Menghadapi Pelaksanaan ASO Provinsi Kalimantan Utara", Kamis (20/10/2022).
Analog switch-off (ASO) dijadwalkan paling lambat berlangsung pada 2 November 2022. Setelah tanggal tersebut, Indonesia hanya bersiaran televisi terestrial digital.
Siaran digital hanya bisa berjalan pada perangkat televisi yang bisa menangkap sinyal digital. Tapi, bukan berarti masyarakat harus membeli perangkat televisi baru untuk bisa menonton siaran digital.
Televisi model lama bisa menangkap siaran digital jika sudah tersambung ke perangkat set top box. Perangkat ini berfungsi mengubah transmisi digital supaya bisa diubah menjadi suara dan gambar pada perangkat televisi analog.
Perangkat set top box saat ini dijual di toko peralatan elektronik, termasuk di loka pasar dalam jaringan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp150.000.
Geryantika juga mengingatkan masyarakat untuk membeli set top box untuk menonton siaran free-to-air atau terestrial, bukan untuk siaran parabola atau layanan televisi kabel.
Pemerintah dan penyelenggara multipleksing menyiapkan subdisi berupa set top box gratis kepada masyarakat miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial.
Data terbaru Kementerian Kominfo menunjukkan dari 112 wilayah layanan siaran di Indonesia yang terdampak ASO, sebanyak 98 wilayah layanan sudah memiliki infrastruktur siaran digital. Masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut sudah bisa mengecek apakah tempat tinggal mereka sudah terjangkau siaran televisi digital.
Baca Juga: TV Analog Segera Dimatikan, Menkominfo Minta Masyarakat Siapkan Perangkat Televisi Digital
Menurut Geryantika, TVRI, selaku penyelenggara multipleksing, masih membangun infrastruktur siaran digital di 14 wilayah layanan. Sebanyak 12 lokasi diperkirakan akan segera selesai, sementara dua lokasi lainnya diperkirakan selesai mendekati tanggal 2 November. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Ada Charly Van Houten! CFD Gatsu Ngarsopuro Solo Pecah Dipadati Ribuan Anak Muda
-
Keluh Kesah Perajin Tahu Imbas Dolar, Bahan Baku Terus Naik hingga Takut Mengurangi Ukuran Tahu
-
PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
-
Efek Dolar Naik, Pedagang Pasar Naikan Harga Jual hingga Daya Beli Turun
-
Solo Safari Kini Buka Hingga Malam, Ada Hutan Menyala hingga Spot Foto Menarik