SuaraSurakarta.id - Indonesia tercatat masuk 15 besar negara paling rasis di dunia.
Melansir Hops.id--jaringan Suara.com dari worldofbuzz.com berdasarkan data penyelenggara statistik Index Mundi, Indonesia menempati posisi 14 dengan poin index 4,99.
Sementara negara paling rasis menurut data tersebut Afrika Selatan dengan poin index 6,86 serta urutan kedua adalah Malaysia dengan poin index 6,32
Rasisme sendiri merupakan salah satu perilaku manusia dalam memberi batas dan mendiskriminasi manusia lainnya berdasarkan ciri biologis yang dinilai dari warna kulit, suku, ras, serta asal-usul seseorang.
Selain dapat menimbulkan konflik, perilaku yang rasis juga dapat menimbulkan adanya batasan hak serta kebebasan seseorang.
Berdasarkan hasil ‘Survei Diskriminasi Rasial’ yang dilakukan oleh penyelenggara statistik Index Mundi, terdapat beberapa negara yang masuk ke dalam daftar negara paling rasis di dunia.
Survei tersebut mengukur seberapa banyak rasisme yang ada di negara tertentu seperti yang dirasakan oleh penduduknya.
Yang paling mengejutkan, dari hasil tersebut, negara Indonesia masuk ke dalam salah satu negara yang penduduknya termasuk rasis.
Data yang dirilis oleh penyelenggara statistik tersebut terbilang cukup akurat karena Index Mundi merupakan portal data komprehensif dengan fakta dan statistik tingkat negara.
Berikut daftar hasil survei yang telah dilakukan oleh Index Mundi:
1. Afrika Selatan, dengan poin index 6,86.
2. Malaysia, dengan poin index 6,32.
3. Guatemala, dengan poin index 6,10.
4. Peru, dengan poin index 5,91.
5. Trinidad dan Tobago, dengan poin index 5,73.
6. Bolivia, dengan poin index 5,69.
7. Afghanistan, dengan poin index 5,53.
8. Arab Saudi, dengan poin index 5,48.
9. Prancis, dengan poin index 5,33.
10. Brasil, dengan poin index 5,33.
11. Meksiko, dengan poin index 5,19.
12. Yunani, dengan poin index 5,19.
13. Amerika Serikat, dengan poin index 5,18.
14. Indonesia, dengan poin index 4,99.
15. Austria, dengan poin index 4,99.
Itulah daftar negara paling rasis di dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng