SuaraSurakarta.id - Terdapat aturan yang sering kita dengar soal mempersiapkan pernikahan. Yaitu sang calon pengantin wajib melakukan cek kesehatan sebelum resmi menikah.
Bidan Poli Calon Pengantin Puskesmas Kecamatan Tanah Abang Sunarti, S.S.T mengatakan bahwa calon pengantin wajib melakukan cek kesehatan tiga bulan sebelum menikah agar dapat mempersiapkan generasi berkualitas di masa mendatang.
"Manfaat pemeriksaan kesehatan untuk calon pengantin itu agar mengetahui jika ada hasil yang kurang bagus maka bisa segera diobati, serta untuk mencetak generasi yang berkualitas di masa mendatang," kata Sunarti dikutip dari ANTARA Jumat (7/10/2022).
Ia menambahkan, calon pengantin harus dipastikan memiliki kondisi kesehatan dan status gizi yang baik. Jika tidak, maka generasi yang dilahirkan kemungkinan akan mengalami masalah, di antaranya stunting atau gagal tumbuh yang akan berdampak buruk bagi kehidupan anak.
Menurut Sunarti, cek kesehatan tiga bulan sebelum menikah penting sebab jika ditemukan masalah, pengantin punya waktu yang cukup untuk melakukan pengobatan dan mempersiapkan fisik serta mental dalam menempuh kehidupan rumah tangga.
Adapun cek kesehatan yang akan dijalani oleh calon pengantin, kata dia, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Anamnesis merupakan pemeriksaan seputar keluhan kesehatan, riwayat penyakit, faktor risiko kesehatan, hingga deteksi dini masalah kesehatan jiwa.
Sedangkan pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan tanda vital hingga status gizi. Pada perempuan, akan ada pemeriksaan lingkar lengan untuk mengetahui risiko kekurangan energi kronik (KEK). Sementara itu, pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan golongan darah, HIV, sifilis, hingga HBsAG.
"Ada juga tatalaksananya seperti KB, konseling kesehatan reproduksi, pemberian tablet tambah darah (TTD), skrining dan imunisasi tetanus, dan pengobatan sesuai masalah kesehatan yang dihadapi," tambah dia.
Baca Juga: Tragis, Rumah Calon Pengantin Diduga Terbakar Jelang Resepsi Pernikahan
Ia melanjutkan, imunisasi tetanus bagi calon pengantin penting guna mencegah masuknya bakteri tetanus sebab akan ada luka saat pertama kali berhubungan seksual. Selain itu, juga untuk persiapan proses melahirkan karena dalam proses tersebut akan ada banyak alat medis yang digunakan.
"Meskipun alat medisnya pasti steril, tapi tidak ada salahnya untuk tetap melakukan pencegahan," imbuh Sunarti.
Sunarti juga mengatakan bahwa calon pengantin harus selalu menjaga kesehatan organ reproduksi dengan mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari atau setiap pakaian dalam terasa lembap, gunakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat, membersihkan organ reproduksi satu arah dari depan ke belakang dan keringkan menggunakan tisu atau handuk yang bersih, tidak lembap, dan tidak bau.
Untuk perempuan, dia mengimbau untuk tidak terlalu sering menggunakan cairan pembilas vagina, jangan memakai panty liner dalam waktu lama, jika sedang menstruasi ganti pembalut setiap empat jam sekali, dan periksakan diri jika sering mengalami keputihan yang berbau dan berwarna gelap. Sedangkan untuk laki-laki, dia menganjurkan untuk melakukan sunat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Ahli Waris Protes Keras Rencana Revitalisasi Kawasan Sriwedari, Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
-
Duh! Viral Warung Bakso di Klaten Kenakan Tarif AC ke Pembeli
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu