SuaraSurakarta.id - Dekoruma terus berupaya menghadirkan produk dan desain yang sesuai dengan kebutuhan masa kini.
Sebagai home & living one stop solution, Dekoruma menghadirkan produk dan desain yang tidak hanya indah, namun juga multifungsi dan hemat tempat dengan ciri khas gaya Japandi (Japanese-Scandinavian).
Dekoruma meluncurkan 'Dekoruma Experience Center' pertama di Kota Solo yang berada di The Park Mall, Kabupaten Sukoharjo.
CEO & Co-Founder Dekoruma, Dimas Harry Priawan menjelaskan, dengan hadirnya showroom terbaru di Kota Solo ini, masyarakat dapat mewujudkan rumah impiannya.
Uniknya, mereka dapat bebas mencoba langsung furnitur multifungsi dan hemat tempat, melihat pilihan furnitur dan aksesoris, serta mencari inspirasi ruang dengan berbagai gaya Japandi.
"Sekarang ini kan rumah berukuran kecil ya. Sehingga, ruangannya sempit. Harus dimaksimalkan dengan perabot yang minimalis," kata CEO & Co-Founder Dekoruma, Dimas Harry Priawan saat berbincang dengan wartawan, Jumat (2/9/2022).
Selain memanfaatkan ruang yang ada, kenyamanan juga menjadi faktor utama. Pemilihan warna yang tepat juga menjadi salah satu unsur utama untuk menciptakan kenyamanan dalam hunian.
"Warna pastel, menjadi dominasi pilihan di tahun 2023 mendatang. Contohnya, pink, ungu, tosca. Ditunjang furnitur yang warna kayunya coklat lebih muda. Bukan coklat tua. Karena rumah mungil biasanya ruangannya sempit. Warna-warna tua akan memberikan kesan sumpek," jelas Dimas.
Menurutnya, tren home and living pada 2023 mendatang juga fokus pada furnitur yang digunakan di dalam rumah.
Baca Juga: 5 Ide Warna Interior Rumah Minimalis yang Tak Lekang Oleh Waktu
Mengingat selama pandemi dua tahun terakhir, rumah sudah bertransformasi menjadi kantor dan sekolah.
Lantaran aktivitas bekerja dan belajar dilakukan di rumah. Kondisi ini disebut Dimas mengubah mindset pemilik hunian memilih furnitur.
"Nah, sofa bed dan kursi kantor diprediksi bakal banyak diminati tahun depan. Aspek kenyamanan mulai dicari pemilik hunian meskipun sekarang pandemi sudah melandai," ungkapnya.
Sampai saat ini, kantor-kantor di ibukota masih belum 100 persen menerapkan work from office (WFO). Alias, masih banyak pekerja yang work from home (WFH).
Artinya, meski sekarang ini memasuki era pascapandemi, tahun depan rumah tetap bakal didesain senyaman mungkin. Layaknya masih dalam kondisi pandemi.
"Kami yakin, rumah yang nyaman membuat penghuninya betah. Bahkan, untuk bekerja dalam rumah sekalipun," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio
-
HYDROPLUS Soccer League 2026/2027 Libatkan 110 Tim, Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri ke Solo
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta