Apalagi di cabor atletik di nomor lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru belum ada regenerasinya. Ia baru mau pensiun jika sudah ada regenerasi atlet di tiga nomor tersebut, kalau belum ada eman-eman dan Indonesia bisa kehilangan emas di tiga nomor.
"Belum ada niat untuk pensiun, cuma sudah tua katanya. Harus ada regenerasi tapi itu memang jangka panjang, soalnya untuk latihan teknik tidak mudah tapi butuh satu hingga dua tahun. Saya dulu lama latihan juga," ungkap atlet kelahiran, 10 Mei 1979 ini.
"Kalau di Asian Para Games nanti dipanggil, Insya Allah siap, jadi nunggu panggilan saja. Tapi kalau tidak, akan istirahat dulu mungkin," sambungnya.
Sebelum bergabung dengan tim Para Atletik, Warmia merupakan ibu rumah tangga yang setiap hari selalu antar jemput anak, bahkan tidak punya basic olahraga apapun. Awalnya itu, ia melihat anak-anak sedang latihan tapi latihannya kurang greget dan seperti main-main saja.
Baca Juga: Eddy Gombloh Hembuskan Nafas Terakhirnya di RS Sardjito Yogyakarta
Ia pun punya keinginan untuk bergabung latihan, sempat ragu tidak bisa berlatih lempar cakram dan tolak peluru. Tapi dengan tekad yang kuat, akhirnya ikut berlatih dan lama-lama merasa nyaman hingga ikut kejuaraan.
"Awalnya itu memang coba-coba karena melihat anak-anak itu latihannya seperti main-main. Awal terjun kejuaraan itu tahun 2012 lalu di Peparnas Riau, sedangkan awal ikut ASEAN Para Games itu tahun 2013 di Myanmar dan turun tiga nomor tapi meraih dua emas dan satu perak," ucap dia.
Medali emas yang diraih ini, diperuntukkan untuk bangsa Indonesia, keluarga, serta masyarakat Kalsel yang telah memberikan dukungan. Selama bertanding di ASEAN Para Games ini, ia mendapat suntikan motivasi, keluarga ada yang datang langsung ke tribun penonton Stadion Manahan Solo.
Warmia mengakui jika persiapan ASEAN Para Games 2022 ini sangat keras dan tidak main-main. Karena setelah Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) itu tidak ada jeda dan langsung lanjut latihan.
"Jika biasanya latihan sehari satu kali, tapi ini dua kali selama delapan bukan. Ngebut pokoknya, kejar target," tegasnya.
Baca Juga: Olahraga, Membuat Hidup Maria Goreti Semakin Berarti
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
-
Kabar Mobil Daihatsu Bakal Pakai Merek Toyota Hoax
-
Venezia Jual Jay Idzes ke Inter Milan Rp 181,3 Miliar, Kalau Sepakat
-
Bisa Bela Timnas Indonesia? Laurin Ulrich: Saya Menantikan Tantangan
-
Kakek Lahir di Surabaya, Pemain Keturunan Indonesia Ini Diincar Bayern Munich
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Solo Tertibkan Parkir Liar, 6 Mobil Kena Tindak Tegas di Pasar Gede
-
Pasca-Lebaran 2025, Ekonomi RI Diprediksi Pulih Berkat Stabilitas Harga Pangan
-
Bantolo, Tirto, Maruto: Nama Indah untuk 3 Bayi Harimau Benggala di Solo Safari
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
-
Momen Gibran Bagi-bagi THR ke Anak-anak di Rumah Jokowi, Warga Datang dari Malang