SuaraSurakarta.id - Nanda Mei Sholihah, finis di peringkat teratas pada cabor atletik nomor 100 meter kelas T46/47 putri yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Senin (1/8/2022).
Usai finis, ia pun langsung menangis sambil mencium bendera merah dan memeluk rekan-rekan atlet serta pelatih.
"Alhamdulillah, ini pertandingan pertama saya di ASEAN Para Games di nomor 100 meter kelas T46 putri. Alhamdulillah, saya mendapatkan medali emas," terang Nanda, saat ditemui usai pertandingan, Senin (1/8/2022).
Medali emas yang diperoleh ini dipersembahkan untuk orang tua yang menonton langsung di tribun Stadion Manahan Solo. Ia pun merasa takut sekali jika sampai kalah dan mengecewakan orang tua, tapi akhirnya bisa meraih medali emas.
"Orang tua nonton langsung, makanya saya takut sekali banget kalau sampai mengecewakan, tapi alhamdulilah bisa meraih emas. Saya sangat berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung saya, seluruh warga Indonesia, orang tua saya, teman-teman saya, dan teman-teman media semua," ungkap dia.
Sebelum bertanding, ia sempat mengobrol dan konsultasi dengan kedua orang tua karena memang masih ada keraguan dan takut kalau nanti mengecewakan karena sudah lama latihan.
"Keyakinan dari orang tua itu yang menguatkan saya. Jadi ngobrol dan konsultasi dengan orang tua, jujur masih ada keraguan dan takut kalau mengecewakan," sambungnya.
Orang tua datang langsung dari Kediri untuk menonton di Stadion Manahan Solo. Selain kedua orang tua, ada adik juga yang ikut datang. "Memang orang dua dan adik sengaja datang langsung ingin menyaksikan saya bertanding," ucap dia.
Menurutnya, dukungan orang tua sangat besar sekali. Karena dari awal terjun di atletik disabilitas sangat support. Mulai terjun di atletik itu pada usia 11 tahun.
Baca Juga: APG 2022: Indonesia Rebut Tiga Emas dari Para-powerlifting
"Sangat mendukung, malah merekomendasikan untuk ikut. Orang tua malah bilang di tahun 2010, siapa tahu ini akan menjadi rezeki buat kamu kedepannya," jelasnya.
Ia pun punya pesan buat orang tua, "Apapun yang akan aku berikan kepada orang tua tidak akan pernah cukup. Jadi apapun yang bisa aku kasih, aku kasih ke mereka. Orang tua itu sangat berperan dan berarti sekali,"papar dia.
Ia mengaku sangat terharu dan menangis setelah sampai finish. Karena ASEAN Para Games 2022 ini merupakan multievent di Asia Tenggara yang pertama kali setelah masa pandemi Covid-19, jadi jaraknya itu sangat lama sekali dengan multievent sebelumnya.
"Alhamdulillah, saya bisa berkesempatan untuk mewakili Indonesia di ASEAN Para Games ini. Jadi saya juga sedikit takut dan deg-degan tapi bisa melewati itu, terharu banget" katanya.
Saat pertandingan tadi hampir saja dilewati lawannya, tapi ia tetap konsisten hingga bisa finish di peringkat pertama. Ia mengaku grogi dan nervous, karena memang multievent ini digelar di Indonesia.
"Sempat grogi dan nervous tadi. Tapi harus lanjut, apalagi di tonton langsung oleh orang tua dan didukung warga Indonesia," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak