SuaraSurakarta.id - Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH memaparkan ada beberapa masalah kesehatan ibu hamil yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan stunting atau gagal tumbuh pada anak.
"Satu adalah anemia. Dua, jika ibu hamil dalam usia remaja. Tiga, darah tinggi baik pada awal hamil atau di sepanjang kehamilan. Empat, jika ibu obesitas. Lima, kurang energi kronik, berat badannya kurang dari 45 kilogram di awal kehamilan, apalagi jika menderita penyakit kronis seperti tuberkulosis, malaria, dan HIV," kata Dwiana dikutip dari ANTARA pada Minggu (10/7/2022).
Dwiana mengatakan, kondisi-kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhan janin terhambat sehingga tidak sesuai dengan usia kehamilan, hingga berpotensi persalinan prematur.
Menurut dia, semakin muda usia ibu hamil maka semakin besar risikonya untuk menderita anemia. Selain berpotensi menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan persalinan prematur, anemia pada ibu hamil juga disebutkan Dwiana dapat menyebabkan keguguran, ketuban pecah, persalinan menjadi sulit atau distosia, hingga pendarahan.
Untuk itu, Dwiana mengatakan, persiapan hamil yang sehat harus dimulai sejak sebelum hamil, bahkan saat perempuan masih berusia remaja.
"Pada saat usia remaja, dia harus rajin olahraga. Ibu-ibu yang punya anak remaja, anak perempuan, pastikan jaga kesehatan tubuhnya sehingga suatu saat dia hamil kita berharap dia dalam kondisi terbaik, kemudian bisa membesarkan kandungan dalam kondisi baik, dan merawat bayinya secara baik," ujar dia.
"Tapi kalau dari awal dia sudah anemia, menderita hipertensi, kurang energi, bahkan menderita penyakit-penyakit, maka bisa saja nanti kelahirannya bisa prematur, bayi dalam kandungannya tidak tumbuh dengan baik, dan ini bisa menyebabkan stunting," sambungnya.
Berikutnya, saat hamil, Dwiana mengatakan ibu perlu mendapatkan gizi yang seimbang dari segi jumlah dan variasi makanan yang dikonsumsi.
"Jangan cuma nasi aja, tapi perlu ikan dan telur, perlu tempe atau tahu, perlu sayur, buah-buahan, dan batasi makan minyak dan gula. Ini semua ada di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)," kata Dwiana.
Baca Juga: 3 Manfaat Buah Kesemek bagi Ibu Hamil, Bisa Cegah Anemia Lho!
Kemudian, dia melanjutkan, ibu juga perlu konsumsi suplemen secara rutin dan sesuai anjuran dokter karena kebutuhan suplemen pada ibu hamil akan meningkat. Pastikan juga bahwa kenaikan berat badan harus sesuai, serta rutin berkonsultasi dengan dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa
-
Investasi Berkelanjutan Makin Kokoh, DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026