SuaraSurakarta.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, menaikkan kasus dugaan korupsi Bumdes Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar ke penyidikan oleh tim dari tindak pidana khusus (Pidsus) Kejari Karanganyar.
Sebelum naik ke tahapan penyidikan, Kejari Karanganyar sebelumnya melakukan proses eksposes perkara di kejaksaan tinggi Jawa Tengah telah dilakukan oleh tim pekan lalu.
"Kemarin kita sudah exposes di Kejati, kemudian hasilnya adalah dari Kejati setuju dengan pendapat tim untuk selanjutnya di naikan ke tingkat penyidikan," kata Kepala Kajari Karanganyar Mulyadi Sajaen, melalui Kasi Pidsus Kejari Karanganyar Tobagus Gilang Hidayatullah, Rabu (22/6/2022).
Meski sudah naik pada tingkat penyidikan, namun Gilang mengaku sampai dengan saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi untuk bisa menentukan siapa tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.
"Masih sama penyidikan umum dulu, setelah kita buat berita acara pemeriksaan saksi dan memeriksa saksi, baru nanti penetapan untuk tersangkanya," jelasnya.
Ditanya terkait dengan hasil temuan dari Inspektorat yang saat ini masih melakukan proses penghitungan terhadap kerugian negara.
Gilang mengaku, hasil dari temuan inspektorat tersebut, nantinya akan dijadikan sebagai salah satu alat bukti.
Disisi lain, perwakilan dari masyarakat yang ada di Desa Berjo, Senin (20/6/2022) siang mendatangi kantor Inspektorat untuk mempertanyakan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap pengurus BUMDes Berjo, Karanganyar.
Baca Juga: Kejati Riau Periksa Mantan Rektor UIN Suska Terkait Dugaan Korupsi BLU Ratusan Miliar Rupiah
Mereka mendatangi kantor tersebut, lantaran sampai dengan saat ini tidak ada kabar kejelasan atau kabar pasti terkait dengan proses maupun hasil dari penanganan dalam dugaan kasus korupsi pengelolaan Bumdes yang ada di Desa mereka.
"Kami mendapatkan informasi beberapa pekan lalu, Inspektorat sudah melakukan pemeriksaan terhadap pengurus Bumdes, akan tetapi kenapa sampai sekarang juga belum ada hasilnya. Kalaupun nanti belum muncul hasilnya, warga akan nekat untuk datang bersama - sama di Kantor Inspektorat," kata salah satu warga Berjo, Sularno.
Sementara itu, Pelaksana tugas (PLt) Kepala Inspektorat Kabupaten Karanganyar Sri Endah Yuni Astuti membenarnya adanya perwakilan dari masyarakat Desa Berjo,yang datang ke kantornya.
Kedatangan perwakilan tersebut mamang ingin mempertanyakan terkait dengan audit yang dilakukan oleh inspektorat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Duh! Gusti Moeng Diancam Disomasi 2x24 Jam dan Dituduh Curi Gamelan Sekaten
-
BRI Hadirkan Momen Haru, Yuni Lestari Bertemu Sang Ibu Setelah 10 Tahun di Taiwan
-
BRI Perluas Ekosistem Digital di Taiwan Lewat Peluncuran BRImo Taiwan
-
Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League