SuaraSurakarta.id - Kekesalan dirasakan pebulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota usai langsung tersingkir di babak pertama Indonesia Open 2022.
Menghadapi tunggal putra Denmark Rasmus Gemke, Kento tumbang melalui rubber set 19-21, 21-19, 14-21 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (15/6/2022).
Padahal pebulu tangkis peringkat kedua dunia itu berharap bisa memainkan lebih banyak pertandingan di depan para penggemarnya di Tanah Air setelah absen di Indonesia Masters 2022 pekan lalu.
"Saya sedih sekaligus kesal karena langsung kalah di babak pertama di depan penggemar saya sendiri di Indonesia. Padahal saya ingin sekali memainkan lebih banyak pertandingan di Indonesia, tapi ya begitulah. Tapi saya senang akhirnya bisa kembali bermain di Istora," kata Momota melansir ANTARA.
Momota mengakui bahwa dirinya kehabisan stamina di gim ketiga sehingga harus merelakan kemenangan kepada Gemke.
Namun dia memastikan bahwa kekalahannya itu tak ada kaitannya dengan cedera mata akibat kecelakaan mobil yang dialaminya awal tahun 2021.
"Tidak sama sekali. Saya tadi staminanya berkurang di gim ketiga dan saya benar-benar kelelahan di gim penentu," tuturnya.
Momota belum meraih gelar juara apa pun sepanjang musim ini. Capaian terbaik Momota adalah menembus babak perempat final All England 2022, Maret lalu.
Sementara pada Indonesia Open satu tahun lalu di Bali, Momota terhenti di babak kedua usai dikalahkan wakil Singapura, Loh Kean Yew.
Baca Juga: Kalahkan Ganda Putra Skotlandia, Bagas / Fikri Jumpa Fajar / Rian di 16 Besar Indonesia Open 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox