SuaraSurakarta.id - Pengorbanan seorang ibu memang begitu besar untuk membahagiakan anaknya. Bahkan, kasih seorang ibu kepada anak tidak akan terukur oleh apapun.
Kalimat itu mungkin bisa menggambarkan unggahan video seorang pria yang bercerita tentang ibunya yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Video curhatan itu diunggah akun Instagram @lambegosiip dan ditonton ratusan kali oleh warganet.
"Kalimatnya nyesek banget. Tapi Abangnya hebat bisa berdamai dengan keadaan," tulis caption unggahan tersebut.
Dalam video itu, sang pria yang tak diketahui namanya tersebut menceritakan tentang dunia pekerjaan orang tuanya sebagai prostitusi.
"Mungkinkalian-kalian orang tuanya pertama memulai kerja dengan pakai baju. Orang tua gua kalau pakai baju berarti (kerjaan) udah beres. Oh terima gajian dong gua," ungkapnya membuka perbincangan.
"Nyokap gua itu talent. Gua manggil dia mama, tapi sekitarnya manggil mami. Ya tahulah," tambah dia.
Dirinya tak merasak bersedih atau berkecil hati dengan pekerjaan sang ibu. Menurutnya, pekerjaan itu merupakan pilihan terakhir sang ibu.
"Nyokap gua nyari duit di situ sih. Bukan karena love languagenya phisical touch jadi ya sudahlah," katanya.
Meski demikian, sang pria itu mengaku bisa menerima kondisi yang ada, termasuk berdamai dengan keadaan yang dia jalani.
"Dulu pernah ada yang bilang 'nyokap loe perek dan gua gak bisa bales nyokap loe pns'. Karena pekerjaan dia bener. Pengen nyuruh berhenti, mah berhenti.....durasinya udah habis," tuturnya.
Unggahan itu langsung mendapat beragam komentar dari warganet. Sebagian besar memuji keberanian pria tersebut menceritakan latar belakang keluarganya tersebut.
"Hal terberat adalah berdamai dengan diri sendiri," tulis @aniks***.
"Tetep ada rasa sedih-sedihnya ya bang. Hebat banget sih dia bisa sekuat itu, meski dihantam mentalnya dari kecil dengan segala macem omongan orang," timpal @ervirus***.
"Keren. Sampai bisa berdamai dengan keadaan," tambah @tsafaa***.
Berita Terkait
-
Viral, Mike Tyson Pukul Penumpang di Dalam Pesawat Hingga Terkapar, Publik: Legenda Tinju Dilawan
-
Berurai Air Mata Bertemu Jokowi di Pasar Bogor, Pedagang Buah Curhat Omnya Ditahan Karena Tolak Pungli: Tolong Pak!
-
Sambut Kunjungan Jokowi, Bocah-bocah Ini Malah Teriak 'Yo Ndak Tahu Kok Tanya Saya', Warganet: Bukan Anak Saya, Pak
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Respati Ardi Siapkan Insentif untuk Atlet Disabilitas Solo Berprestasi di ASEAN Para Games 2025
-
Viral Kades Mandi Lumpur di Jalan Rusak, Pemkab Sragen Akui Sempat Masuk Rencana Pembangunan Tapi...
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124 Kurikulum Merdeka: Menggali Makna Teks
-
Viral Video Kades di Sragen Mandi Lumpur di Jalan yang Rusak dengan Mengenakan Seragam Dinas
-
5 Instruksi KGPH Panembahan Agung Tedjowulan untuk Mengatasi Kisruh di Keraton Surakarta